Presidential Treshold Hambat Regenerasi Kepemimpinan

Pilpres   Senin, 23 Januari 2017 | 11:56 WIB

Presidential Treshold Hambat Regenerasi Kepemimpinan - Kantorberitapemilu.com

ILUSTRASI

KBP. Presidential Threshold  dinilai hanya untuk  memperkuat dinasti dan oligarki politik. Bahkan, menghambat sirkulasi dan regenerasi kepemimpinan di Indonesia.

Demikian penilaian Pengamat politik Ray Rangkuti, Senin (23/1).

\"Adanya Presidential Threshold hanya akan menguntungkan partai-partai besar. Dari mereka saja calon pemimpinnya dan itu-itu saja orangnya  dan pada akhirnya  melanggengkan dinasti politik dan oligarki,\" kata Ray yang juga Direktur Lingkar Madani (Lima) ini.

Ray mengatakan, karakter dasar dari parpol di Indonesia adalah oligarkis. Artinya Ketua Umum Partai atau keluarganya serta jaringan politik, bahkan  jaringan bisnisnya berupaya melanggengkan kekuasaan di parpol.  Akibatnya sirkulasi kepemimpinan menjadi terhambat.

\"Makanya kalau  Presidential Threshold dinaikan, menurut analisa saya  kemungkinan besar hanya ada tiga atau empat parpol saja yang bisa mencalonkan presiden. Sementara partai kecil atau menengah hanya mengekor partai-partai tersebut,\" ujarnya.

Menurut dia lagi,  idealnya  desain pemilu di Inonesia harus menjawab tantangan regenerasi kepemimpinan yang mandek,  namun justru  malah menguatkan  oligarki dan dinasti politik.
 
\"Nah, adanya Presidential Threshold dalam konteks pemilu serentak justru tidak menjawab tantangan regenerasi kepemimpinan. Karena itu  Presidential Threshold tidak diperlukan dalam pemilu serentak 2019,\" pungkas dia. [dry]


Komentar Pembaca