:PILGUB DKI

KPU Ingatkan Media Adil

Pilpres   Senin, 23 Januari 2017 | 20:04 WIB

KPU Ingatkan Media Adil - Kantorberitapemilu.com

KBP. Menghadapi Pilgub DKI 2017, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewanti-wanti media massa agar wajib memberlakukan azas keadilan dalam memberitakan terhadap  tiga pasangan cagub dan cawagub yang bertarung.

Begitu dikatakan Komisioner KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar, dalam diskusi publik bertajuk 'Netralitasi & Tanggung Jawab Moral Pers dalam Pilkada DKI Jakarta', di Hotel Mercure Jakarta, Senin (23/1).

"Lembaga penyiaran wajib memberikan alokasi dan durasi yang sama, masing-masing calon diberikan hak sama,” jelasnya.

Ketiga pasangan yang bertarung dalam Pilkada DKI yakni, nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Kedua, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Ketiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menurut Dahlia, media perlu mengedepankan azas keadilan dalam pemberitaan. Hal itu penting dilakukan agar kredibilitas dan kepercayaan media di mata publik tetap terjaga. 

"Ingat, publik membutuhkan media yang bisa memberikan informasi yang bisa diandalkan, jangan sampai publik malah hilang kepercayaan dan media dianggap sudah tidak bisa diandalkan lagi,” jelas dia.

Perusahaan media juga diharapkan Dahlia tidak curang. Mereka tidak boleh membuat alibi iklan, yang ternyata dipoles menjadi konten berita. 

"Dan saat 3 hari masa tenang media tidak boleh menyiarkan kampanye, baik rekam jejak atau sosialisasi pada pasangan calon,” imbuh dia.

Ketua Majelis Nasional Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Standarkia Latief juga menyinggung persoalan tentang tiga peran media, yakni fungsi kontrol, edukasi, dan hiburan.

Standarkia mengatakan  media saat ini lebih mengedepankan fungsi hiburan saja, dibandingkan fungsi kontrol dan fungsi edukasi jika bersentuhan dengan persoalan Pilkada. 

"Mohon maaf, terkadang media juga lebih meninggikan fungsi entertaint-nya dibanding fungsi edikasi dan fungsi kontrolnya, sehingga kondisi justru berbalik,” keluhanya.

Dia berharap agar media kembali ke ruhnya sebagai media penyebar informasi yang memegang fungsi utama mereka juga, yakni fungsi ekukasi, fungsi kontrol. 

"Saya meminta agar insan pers atau media agar kembali ke ruhnya, kembali ke khittohnya,” kata Standarkia. [dry]


Komentar Pembaca