Pansus RUU Pemilu Optimis Media Bantu Pendidikan Politik

Pilpres   Kamis, 26 Januari 2017 | 10:47 WIB

Pansus RUU Pemilu Optimis Media Bantu Pendidikan Politik - Kantorberitapemilu.com

Ilustrasi/Net

KBP. Sosialisai visi dan misi peserta pemilihan umum yang tidak berjalan dengan baik justru akan menguntungkan incumbent karena tidak semua masyarakat mempunyai akses informasi yang sama. Berbeda yang terjadi pada Pilkada Serentak 2015, dimana iklan kampanye difasilitasi oleh negara.

"Itu sepenuhnya biaya kampanye dibiayai oleh negara. KPU mencetak baliho, yang cetak brosur KPU juga, semuanya sama. Tapi pilkada ini kok hening, kok nggak meriah, seperti yang dikomentari Pak Presiden dan memang banyak di masyarakat itu yang tidak tahu di daerahnya ada Pilkada," kata anggota Pansus, Hetifah Sjaifudian dilansir dari Parlementaria, Kamis (26/1).

"Mereka tidak memahami siapa calonnya, dan ini menguntungkan incumbent, karena sudah lima tahun. Sementara kampanye calon-calon yang baru tidak boleh melebihi yang dibuat KPU sehingga tidak bisa mengejar popularitas incumbent," jelas dia melanjutkan.

Tambah Hetifah, usulan iklan partai politik masuk ke dalam iklan layanan masyarakat masih menuai pro dan kontra, terutama dari media massa sebagai stakeholder. Namun, ia optimis pansus akan tetap melakukan komunikasi dengan media bahwa media punya tanggung jawab sosial, bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis tetapi juga untuk kepentingan publik.

"Salah satu kunci keberhasilan dari media itu adalah apabila ia bisa ikut berkontribusi pada proses peningkatan knowledge maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan kapasitas penguatan masyarakat, termasuk di bidang politik," tukasnya. [ysa]


Komentar Pembaca