Pansus Minta Penyedia Medsos Saring Postingan Kebencian

Pilpres   Jumat, 27 Januari 2017 | 07:32 WIB

Pansus Minta Penyedia Medsos Saring Postingan Kebencian - Kantorberitapemilu.com

Ilustrasi/Net

KBP. Ujaran kebencian begitu massif menyebar di media sosial. Karena itu, mau tak mau, harus ada pembatasan, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (RUU Pemilu) Lukman Edy dalam diskusi di Pressroom DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1).

Untuk itu, menurut dia, Komisi II DPR RI berencana memanggil lima penyedia media sosial, Facebook, Twitter, Instagram, Google, dan Yahoo. Pemanggilan tersebut melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kita akan tanya Kominfo sanggup enggak undang 5 representasi layanan sosmed," kata Lukman.

Pansus Pemilu berencana memberikan batasan bagi media sosial agar mampu memfilter postingan bernada kebencian juga SARA. Jika penyedia medsos tak mau mematuhi aturan tersebut, maka akan diberikan sanksi.

Aturan tegas dikeluarkan untuk penyedia medsos akan diberlakukan karena selama ini Pansus melihat akun-akun penyebar hoax, kebencian, SARA, dan fitnah seperti "zombie". Setiap kali diblokir Kemenkominfo, beberapa saat kemudian ada lagi akun baru yang menyebar hal serupa.

"Sudah diblokir, sejam berikutnya lahir lagi, ini seperti zombie. Kita harus cegah dari hulunya, dari penyedia layanan sosmed itu," ujarnya.

Aturan tersebut diberlakukan oleh negara-negara besar seperti China dan Jerman.

"Kalau model Jerman kan denda, kalau model Cina diusir atau dibanned," tandasnya. [ysa]


Komentar Pembaca