Pilkada Dengan Satu Calon Sama Pentingnya Dengan Banyak Calon

Pilpres   Jumat, 27 Januari 2017 | 08:52 WIB

Pilkada Dengan Satu Calon Sama Pentingnya Dengan Banyak Calon - Kantorberitapemilu.com

Ilustrasi/Net

KBP. Dalam pemilihan, masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih memiliki hak untuk menyalurkan hak konstitusinya masing-masing. Termasuk dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon (paslon).

"Jangan berpikiran 'ah cuma satu paslon, nggak perlulah kita memilih, toh nanti yang terpilih juga itu'. Itu pemikiran salah," kata Kepala Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat (Tekmas) Sekretariat Jenderal (Setjen)  Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Sigit Joyowardono dalam kegiatan Fasilitasi Pendidikan Pemilih di Kota Sorong (Kamis, 26/1).

Sigit memaparkan, pilkada dengan satu paslon sama pentingnya dengan pilkada yang diikuti lebih dari satu paslon. Untuk itu ia meminta masyarakat tetap datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mengekspesikan hak konstitusi yang dimiliki oleh masing-masing pemilih.

"Jika tidak datang ke TPS bagaimana kita tahu perasaan yang ingin diutarakan? Jadi curahkan saja, kalau mendukung pasangan calon yang ada ya silahkan. Tetapi jika perasaanya tidak untuk pasangan calon ya sampaikan saja perasaan itu, jangan tidak datang," terang Sigit.

Untuk memberikan hak konstitusi pada pilkada yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon, Sigit menjelaskan pemilih tinggal mencoblos salah satu dari dua kotak yang tersedia di dalam surat suara.

"Jika memilih paslon, caranya coblos kotak yang ada foto pasangan calonnya. Jika perasaannya bukan untuk paslon ya berarti coblos pada kotak kosong di sebelahnya," demikian Sigit. [ysa]


Komentar Pembaca