JK: Debat Pilkada DKI Lebih Sopan dari Debat Donald Trump-Hillary

Pilpres   Jumat, 27 Januari 2017 | 17:30 WIB

JK: Debat Pilkada DKI Lebih Sopan dari Debat Donald Trump-Hillary - Kantorberitapemilu.com

KBP. Debat pilkada DKI yang akan berlangsung malam nanti, Jumat (27/1) diprediksikan bakal berlangsung panas. Dan tidak tertutup kemungkinan  dalam debat, para peserta menyerang ke persoalan pribadi.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, ada calon yang menyerang pribadi calon yang lain tidak bisa dihindari dalam debat.

"Menyerang pribadi dalam debat pilkada DKI Jakarta maupun debat pilkada di daerah lain sulit dihindari. Namun debat yang digelar di Indonesia lebih bagus ketimbang debat di negara lain seperti Amerika," kata Jusuf kalla, di Istana Wakil Presiden, Jumat (27/1).

Menurut dia, debat di Indonesia jauh lebih sopan dibandingkan. Di Amerika, seperti debat  capres antara Donald Trump versus Hilary Clinton, memang menyerang ke masalah pribadi.

"Trump dan Hillary saling serang masalah pribadilah. Macam macam, istri bagaimana, macam-macam kan. Kita lumayan dibanding dengan luar negeri, masih lumayan kita, masih lebih sopan," kata Kalla.

Debat pilkada DKI Jakarta kedua akan digelar malam ini. Acara yang disiarkan langsung melalui 12 televisi nasional itu akan berlangsung selama 150 menit dan dimulai pukul 19.30 WIB. Debat akan dimoderatori Eko Prasodjo dan Tina Talisa. Dalam debat pertama beberapa waktu lalu, saling serang pribadi antar kandidat sudah mulai terlihat.

Menurut Kalla, masyarakat bukan hanya memilih program, tapi juga orangnya. "Kalau hanya programnya yang dipilih orang, mungkin yang dipilih profesor, yang pintar yang dipilih orang kan. Tapi apakah orang itu dapat melaksanakannya, di situ dinilai personalnya," kata Kalla.


Pada debat malam ini, KPU akan membuat sesi debat menjadi enam segmen. Pertama, masing-masing pasangan calon akan menyampaikan visi-misi dan program kerja unggulan soal reformasi birokrasi, pelayanan publik dan penataan tata ruang kota. Pada sesi kedua dan ketiga, ada pertanyaan dari panelis kepada setiap pasangan. Setelah dijawab, pasangan lain bisa memberikan pandangannya terhadap jawaban pasangan lainnya.

Pada sesi keempat dan kelima, pasangan calon akan bertanya kepada pasangan calon lain terkait tema yang telah ditentukan. Pada sesi keenam, setiap pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan terakhir komitmennya terhadap masyarakat. [dry]


Komentar Pembaca