Ketua MPR: Semua Warga Negara Punya Hak Memilih Dan Dipilih Yang Sama

Pilpres   Sabtu, 28 Januari 2017 | 07:36 WIB

Ketua MPR: Semua Warga Negara Punya Hak Memilih Dan Dipilih Yang Sama  - Kantorberitapemilu.com

Zulkifli Hasan

KBP. Indonesia merupakan negara yang berdasarkan Pancasila. Karena itu keragaman, pluralisme dan kebhinekaan sangat terjamin di Indonesia.

"Di negara Indonesia, semua warga negara memiliki hak yang sama," kata Ketua MPR Zulkifli Hassan, yang juga mewakili sambutan Ketua DPR dan Ketua DPD sekaligus, dalam perayaan Natal MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat malam (27/1),

Zulkifli menegaskan bahwa, tidak ada satu orang pun boleh mendapat perlakukan yang istimewa atau sebaliknya terdiskriminasi. Dalam hal memililih dan dipilih, semua orang juga memiliki hak yang sama. Dan ini sudah dibuktikan di beberapa daerah di Indonesia.

"Perbedaan bukan lagi masalah. Di NTT, yang mayoritas katolik, Ketua DPRD-nya muslim. Di Sula, yang 93 mayoritas muslim, kepala daerahnya non-muslim. Jadi semua sama kedudukannya. Semua warga punya hak dipilih dan memilih yang sama" tegas Zulkifli Hasan.

Sementara itu, saat menyampaikan sambutan, Katua Panitia Maruarar Sirait mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara pluralis yang berdasarkan pada Pancasila. Keragaman ini pun tercermin dari kepanitiaan perayaan natal ini yang berasal dari berbagai fraksi di DPR.

Sekretaris Panitia adalah politikus Partai Gerindra Aryo Djoyjohadikusumo dengan Bendahara politikus Demokrat Rooslynda Marpaung. Sementara bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina Perayaan Natal adalah EE Mangindaan, yang juga politikus Demokrat.

Di acara Natal ini, hadir ribuan peserta. Kotbah Natal diberikan oleh Pendeta Stephen Tong. Sementara Romo Benny Susetyo menyampaikan Doa Syafaat. Sejumlah anggota dewan dan tokoh penting nasional hadir di acara‎ itu. Acara ini juga dihadiri Ketua MPR Zulkilfi Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua DPD RI Mohamad Saleh, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian Ketua OJK Muliaman D Haddad dan lain-lain.

Tokoh nasional juga hadir seperti Sabam Sirait, EE Mangindaan, Trimedya Panjaitan, dan Markus Nari. [ysa]


Komentar Pembaca