PILKADA DKI JAKARTA

Politik Identitas dan Isu Toleransi Untungkan Anies-Sandi

Survei Pemilu   Kamis, 23 Maret 2017 | 21:12 WIB

Politik Identitas dan Isu Toleransi Untungkan Anies-Sandi  - Kantorberitapemilu.com

KBP. Politik identitas dan isu intoleransi di Pilkada DKI 2017 putaran  kedua Pilkada DKI dipastikan bakal menguat dan meresahkan.

Sebab, di satu sisi masalah itu  bisa mendegradasi kebinekaan yang sudah dibangun, tetapi di sisi lain ada pasangan calon yang menerima keuntungan. Pasangan itu adalah Anies-Sandi.

Demikian pandangan  Direktur Populi Center, Usep S. Ahyar kepada wartawan  di kantor Setara Institute, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (23/3).

Dia menjelaskan politik identitas sesungguhnya memiliki  keinginan untuk menyingkirkan kelompok tertentu dan  bisa menganggu keutuhan warga DKI Jakarta.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya  pasangan calon (paslon) nomor tiga di Pilkada DKI 2017, yakni Anies  dan Sandi justru menangguk untung.

"Paslon nomor tiga (Anies-Sandiaga), merasa diuntungkan dengan memakai politik identitas. Misalnya, mereka merangkul FPI (Front Pembela Islam). Walaupun dalam konteks pemikiransaya, pasangan nomor tiga (Anies-Sandi) tidak anti dengan mulitikultur, tapi jika menguntungkan, tentunya diambil," kata Usep.

Pihaknya melihat paslon nomor tiga,sangat memanfaatkan arena politiknya, yakni situasi yang terjadi di DKI Jakarta. terutama elemen-elemen yang anti Ahok setelah kesandung kasus dugaan penistaan agama.

"Paslon nomor tiga memanfaatkan momen tersebut untuk kepentingan politiknya. Selain itu, mereka terkesan 'mengizinkan' kondisi tersebut terjadi," tandasnya..

Dalam arena politik yang terjadi sekarang ini menurut dia lagi, pasangan Anies-Sandi sangat diuntungkan karena pasangan Ahok-Djarot  sangat mudah diserang.

"Banyak hal yang menguntungkan paslon nomor tiga," demikian Usep.[dry]

 


Komentar Pembaca