Cegah NKRI Pecah, Mahyudin Puji Langkah Jokowi Bangun Wilayah Luar Jawa

Survei Pemilu   Rabu, 29 Maret 2017 | 13:19 WIB

Cegah NKRI Pecah, Mahyudin Puji Langkah Jokowi Bangun Wilayah Luar Jawa  - Kantorberitapemilu.com

KBP. Langkah Presiden Jokowi  yang memproritaskan pembangunan daerah diluar pulau Jawa dipuji dan dinilai tepat untuk meminimalisir ancaman NKRI pecah.

Pujian itu disampaikan Wakil Ketua MPR, Mahyudin saat membuka acara sosialisasi empat pilar MPR RI bersama Comunnity Learning center "Dboecah's" Pacitan di pendopo Kantor Bupati Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/30.


Dalam sambutannya, Mahyudin bercerita mengenai kegiatan sosialisasi empat pilar MPR di daerah Kalimantan Timur. Saat itu, kata Mahyudin, masyarakat yang mengikuti agenda meminta dirinya untuk tidak perlu lagi berbicara panjang lebar mengenai pentingnya Pancasila sebagai dasar idiologi bangsa. Masyarakat hanya menginginkan disparitas alias perbedaan antara Kalimantan dan pulau Jawa terselesaikan.

"Di Kalimantan aspirasinya lain lagi, kita habis sosialiasi empat pilar, mereka bicara kepada saya, nggak usah bicara terlalu banyak pak. Kami minta jalanan mulus saja semuanya, minta listrik nyala jangan mati-mati," ujar Mahyudin.

Politisi Partai Golkar ini lebih jauh mengatakan, selama ini terjadi  disparitas antar wilayah di Indonesia  yang berpotensi memecah keutuhan NKRI. Namun kata dia, untungnya Presiden Joko Widodo melihat secara jelas potensi perpecahan tersebut.  Kemudian, Presiden, dia menambahkan membuat program kerja yang memprioritaskan pembangunan daerah diluar pulau Jawa.

"Alhamdulillah presiden melihat ini dengan jelas beliau menyatakan kita mulai membangun dari pingiran, dari luar pulau jawa. Beliau ingin semen di Papua sama harganya di Pacitan. Ini yang perlu diselesaikan, kalau dari Sabang sampai Merauke sajahtera Insya Allah tidak ada yang mau keluar dari NKRI," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahyudin menilai, ancaman pecahnya NKRI bukanlah isapan jempol. Sebab negara sebesar Uni Soviet dan Yugoslavia seiring perkembangan mengalami perpecahan. Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki peluang ancaman terjadinya perpecahan.

"Jadi tidak ada jaminan NKRI ini akan bertahan, tapi kita harus tetap berusaha bahwa kita bangga menjadi warga negara kesatuan Indonesia. Untuk menyatukan itu tidak ada cara lain selain mendalami idiologi bangsa kita ini yaitu Pancasila," demikian Mahyudin. [dry]

 


Komentar Pembaca