Pilkada Sumsel Ramai Figur Sepi Jual Beli Program

Pilkada   Senin, 13 November 2017 | 22:25 WIB

Pilkada Sumsel Ramai Figur Sepi Jual Beli Program - Kantorberitapemilu.com

KBPRI. Sedikitnya ada 4 figur yang berpotensi maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Sumatera Selatan 2018. Keempat sosok itu adalah Herman Deru, Ishak Meki, Dodi Reza Alex dan Aswari Riva’i.

Namun demikian, Peneliti dari Pusat Kajian Demokrasi Digital, Anwar Musadad mengatakan bahwa banyaknya figur itu tidak sebanding dengan jual beli program yang dipertontonkan. Tidak ada sama sekali perdebatan di antara para kandidat tersebut.

Bahkan kritik dari calon penantang seperti memukul angin, padahal isu yang diangkat sangat penting. Demikian juga rencana perbaikan dari calon penantang sama sekali tidak mendapat respon dari calon petahana. Padahal program itu berkait dengan hajat hidup orang banyak.

“Isu korupsi, penyelewengan dana hibah, penyalahgunaan wewenang adalah isu penting. Ada juga isu kemiskinan, ketertinggalan, ketimpangan sosial dan ekonomi, isu pendidikan dan politik dinasti, semua merupakan isu sensitif, berkait dengan kehidupan rakyat banyak. Tampaknya para kandidat menghindari berdebat di aras ini," ujar Anwar saat memaparkan hasil kajian lembaganya dalam diskusi 'Memedah Program Kerja Para Kandidat Gubernur Sumsel 2018' yang digelar di Palembang, Senin (13/11).

Anwar menyampaikan dari empat bakal calon yang dipandang serius maju hanya Herman Deru yang berani dan cukup vokal bicara problem. Ia berani mengurai masalah, menyajikan data yang tak bisa dibantah, melakukan kritik dan apresiasi atas kerja pemerintahan yang ada dan menawarkan solusi serta program baru.

Sementara tiga kandidat lain seperti Ishak Meki, Aswari Riva’i dan Dodi Reza Alex sibuk dengan pencitraan diri dan seremoni pemerintahan.  Bahkan dalam kapasitasnya sebagai petahana, Ishak Meki terlihat menghindari masuk ke isu-isu sensitif. Demikian juga Dodi Reza, yang merupakan putera kansung gubernur petahana, tak mau masuk ke perdebatan program.

Anwar juga menyampaikan ada bakal calon lain yang hanya sibuk kampanye dengan menyebar meme dan gambar-gambar di facebook tetapi tidak jelas apa yang mau disampaikannya.

“Secara umum dapat disimpulkan Pilkada Sumsel 2018 ini tidak atau belum berkualitas karena minim adu program,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait tema yang dibahas dalam diskusi, Herman Deru menyatakan pilkada Sumsel harus berjalan demokratis dan bermartabat. Tidak boleh ada lagi isu yang menghasut, fitnah, merendahkan harkat pribadi dan keluarga serta jangan ada unsur SARA. Menurutnya, kini bukan saatnya kampanye hitam dan beli suara dilakukan. Kini era kampanye modern, isinya adu program dan debat kandidat. Pilkada ini harus jadi sarana pendidikan politik. Melalui pilkada rakyat bisa mengevaluasi pemimpinnya.

“Jadi memang sangat penting yang namanya debat program. Buka dengan jujur data capaian pembangunan, jangan ada manipulasi dan eufemisme politik yang mengganti tampilan dan bahasa untuk menutupi kekurangberhasilan,” pungkasnya.‎ [ian]


Komentar Pembaca