Pilgub Kalimantan Barat 2018

Pilgub Kalbar Rawan Isu Sara?

Pilkada   Rabu, 22 November 2017 | 23:59 WIB

Pilgub Kalbar Rawan Isu Sara? - Kantorberitapemilu.com

KBPRI. Kelompok Cipayung Plus Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan konsolidasi dan diskusi terkait pilkada damai yang diadakan Badko HMI Kalbar. Dalam rangka menyambut Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.  

Dalam diskusi yang melahirkan gagasan-gagasan dari setiap organisasi kepemudaan yang hadir, mereka menyepakati untuk mengawal Pemilihan Gubernur 2018 yang damai sehingga melahirkan pemimpin berkualitas.

"Hari ini dari Badko HMI Kalbar yang laksanakan, ke depannya kita ingin continue. Jadi setiap OKP Cipayung giliran agar diskusi ini terus di perdalam dengan sub yang lebih mengerucut," jelas Ketua OKP Badko HMI Kalbar Muhammad Faiz di Rumah Makan Sari Bento, Pontianak, Rabu (22/11).
 
Poin penting yang digagas menjelasng Pilgub Kalbar 2018 di antaranya meminta ketegasan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, Bawaslu, dan lembaga terkait bertindak tegas dalam memberikan sanksi bagi peserta yang melanggar aturan, termasuk menggiring isu sara. Kemudian juga memperkuat pemahaman tentang bahaya isu suku, agama, ras, dan antar golongan (sara) serta tidak pentingnya politik identitas yang berpotensi memicu konflik horizontal.

Faiz menambahkan, Cipayung Plus akan bersinergi sebagai motor penggerak pengawasan partisipatif dalam wujudkan demokrasi yang di cita-citakan. Selain juga akan melakukan gerakan pencerdasan dan penyadaran politik secara berkesinambungan kepada masyarakat

"Meminta semua pihak untuk berkomitmen dalam meredam isu sara," imbuhnya, dikutip Kantor Berita RMOLKalbar.

Cipayung Plus Kalbar sendiri terdiri dari HMI, PMII, Kammi, GMNI, Hikmabudhi, IPM, Ilmispi, dan Pokja Rumah Demokrasi Kalbar. [tsr]
 


Komentar Pembaca