Acungan Jempol Untuk Pembangunan di Papua, Meski Harus Utang ke Negara Lain

Artis Politik   Kamis, 21 Desember 2017 | 20:23 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Acungan Jempol Untuk Pembangunan di Papua, Meski Harus Utang ke Negara Lain - Kantorberitapemilu.com

Penampilan salah satu komika Open Mic komunitas Stand Up Indo Depok disebuah kafe di Depok, Jawa Barat. (Ist. Media Sosial)

KBPRI. Program Nawacita pemerintah presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dalam pembangunan, khususnya di Papua, patut diacungi jempol. Meski untuk melaksanakan pembangunan tersebut, pemerintah harus berhutang pada negara lain.

"Ini bukti kalo kerja lebih penting daripada sekadar gagasan dan kata-kata, itu ciri khas pak Jokowi," kata komika Iyam Renzia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (21/12).

Hal tersebut disampaikan Iyam saat tampil sebagai salah satu komika Open Mic komunitas Stand Up Indo Depok di sebuah kafe wilayah Depok, Rabu (20/12) malam.

Dalam Open Mic bertema "Ada Canda Dalam Nawacita di Papua" itu, Iyam menilai program pembangunan infrastruktur di Indonesia gagasan Jokowi layak diberikan apresiasi tinggi oleh semua kalangan.

Apalagi, lanjutnya, pemerataan pembangunan yang dilaksanakan, berhasil menyebarkan pembangunan di semua wilayah, termasuk Papua.

"Selama berpuluh tahun, banyak wilayah di Papua yang terisolasi, dan baru Presiden Jokowi yang berhasil membuka isolasi tersebut," tutur komika bernama asli Ilham Fradana Renzia Fauzan tersebut.

Sementara itu, komika Adit Nganga menambahkan, "Pak Jokowi sedang membangun tol laut, MRT, LRT, ini bukti kinerja pak Jokowi memang bagus."

Komika lainnya, Kicuy menimpali, pemerintahan Jokowi dianggap berhasil menyebarkan pembangunan hingga ke desa-desa. Artinya, tidak hanya fokus membangun wilayah perkotaan.

Dirinya mengaku senang dengan kemajuan program pembangunan Jokowi saat ini. "Mudah-mudahan dapat terus dilanjutkan," ujarnya.

Begitu juga terkait harga bahan baku pembangunan di wilayah Papua. Menurut Komika Ari Rante, ada disparasi harga yang ikut berubah seiring program berjalan. 

"Dulu harga semen di Papua bisa sampai Rp 2 juta satu sak. Sekarang harga semen berhasil diturunkan oleh Jokowi sampai Rp 500 ribu," kata Ari Rante.

Terkait jalur tersportasi, kata Ari, jika rencana membangun jalur ketera api di Papua berhasil direalisasikan, niscaya Bumi Cendrawasih akan mengalami kemajuan yang pesat.

"Kalau transportasi bagus, kehidupan ekonomi dan ilmu pengetahuan pasti akan meningkat," tambah Ari. [tsr]


Komentar Pembaca

Ahmad Dhani Sarankan Habib Rizieq Jangan Pu..

Selasa, 13 Maret 2018 | 11:05

Ingin Majukan Daerah Cilacap Alasan Vicky S..

Rabu, 28 Februari 2018 | 13:34

Jika Ditawar Paslon, Nirzani Mirzani Bakal ..

Sabtu, 03 Februari 2018 | 13:49

Pasha Dicibir Warganet, Dibela Partai Pengu..

Selasa, 23 Januari 2018 | 10:16

KD: Gaji Wartawan Sudah Naik Belum?..

Rabu, 17 Januari 2018 | 02:34

Hengky Kurniawan Bakal Ajak Rekan Artis Kam..

Senin, 15 Januari 2018 | 11:14