Pilpres Rusia 2018

Warga Rusia Anggap Mantan Pemain Juventus Ini Layak Gantikan Putin

Internasional   Kamis, 22 Maret 2018 | 00:18 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Warga Rusia Anggap Mantan Pemain Juventus Ini Layak Gantikan Putin - Kantorberitapemilu.com

Massimo Carrera dan Vladimir Putin/Net

KBPRI. Mantan pemain Juventus, Massimo Carrera (54) nyaris mengalahkan Vladimir Putin di Pilpres Rusia 2019, Minggu (18/3) lalu. Pelatih klub kontestan Liga Utama Rusia, Spartak Moscow itu, menjadi salah satu kandidat populer tak resmi yang dicontreng pemilih Pemilu.

Popularitas Carrera mampu meraih simpati warga Rusia yang tidak menginginkan Putin kembali menjabat Presiden untuk keempat kalinya.

Siapa Carrera?

Pria kelahiran Sesto San Giovanni, 22 April 1964 itu sebelumnya dikenal sebagai bek klub asal Italia, Juventus di era tahun 1990-an. Namanya melejit setelah dipercaya sebagai karteker pelatih Juventus, Antonio Conte, tahun 2012-2014. Tepatnya, saat Conte dan asistennya, Angelo Alessio dijatuhi hukuman larangan mendampingi klub selama 10 bulan.

Menjabat pelatih sementara Juve, Carrera langsung menorehkan prestasi di laga perdananya. Saat itu, ia memimpin La Vecchia Signora mengalahkan Napoli 4-2, ajang Piala Super Italia di Beijing, tahun 2012. Carrera pun tetap mendampingi Conte setelah hukumannya selesai. Termasuk, sebagai tangan kanan Conte saat menjadi pelatih timnas Italia di Piala Dunia 2014.

Dua tahun berlalu, Spartak Moscow mendatangkan Carrera sebagai pelatih utama, tahun 2016. Tak hanya itu, Carrera sukses membawa Spartak memenangkan gelar liga pertama klub tersebut sejak tahun 2011. Selain itu, ia juga suskes meraih gelar Russian Super Cup di tahun 2017 silam.

Tak heran, sosok Carrera pun menjadi idola bagi penggemar Spartak. Hal inilah yang membuat para penggemar klub mencantumkan nama sang pelatih di lembar kertas suara Pilpres Rusia. Bahkan panitia Pemilu menemukan lebih dari satu kertas suara yang tercontreng nama Carrera.

"Massimo Carrera, pemenang sepak bola Rusia, kandidat dari Tim Rakyat," isi salah satu kertas suara yang diposting di twitter oleh akun beralama @dimadolgushev, Senin (19/3). Tim Rakyat sendiri merupakan julukan dari Spartak.

Namun, upaya tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap kemenangan Putin di Pilpres Rusia. Mantan agen KGB itu kembali mengamankan kursinya untuk enam tahun ke depan. Putin setelah meraih kemenangan mutlak dengan total suara sebesar 76,69 persen.

Terlepas dari Pilpres, Rusia sendiri tengah menjadi sorotan di dunia dalam hal sepakbola. Mengingat, negara Beruang Merah tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, pertengahan Juni mendatang.

Sebanyak 32 negara peserta akan ikut serta dalam turnamen empat tahunan tersebut. Secara tidak langsung, Rusia akan kebanjiran turis dari kalangan suporter sepakbola. [tsr]


Komentar Pembaca