Hate Speech Rentan di Pilkada Papua, Maluku, Kalimantan dan Sumut

Pilkada   Kamis, 19 April 2018 | 21:24 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Hate Speech Rentan di Pilkada Papua, Maluku, Kalimantan dan Sumut - Kantorberitapemilu.com

Ilustrasi hate speech/Net

KBPRI. Hate Speech (ujaran kebencian) rentan terjadi di sejumlah daerah menjelang Pilkada 2018. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI mencatat masih ada kerawanan yang berpotensi terjadi.

"Papua, Maluku, Kalimantan, Sumatera Utara (Sumut), daerah provinsi yang kita anggap rawan," kata anggota Bawaslu Moch Afifuddin dalam diskusi bertema "Sinergi Pengawasan dan Pemantauan Pilkada 2018" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/4).

Berdasarkan pengalaman pengelolaan pelaksaan pemilu sebelumnya, Afif menjelaskan daerah-daerah rawan tersebut, sudah terbukti. Bahkan, beberapa penetapan daftar pemilih sementara di Papua harus tertunda.

"Kita melihat eskalasi isu SARA di Kalimantan Barat juga tinggi. Kasus pemalsuan ijazah di Sumut juga jadi perhatian," ujarnya.

Menurutnya, wilayah kerawanan ini sudah diidentikasi. Bawaslu mencatat sebagian besar sudah mendekati fakta-fakta yang sudah dihadapi saat Pilkada. Upaya pencegahan pun juga sudah dilakukan.

"Yang sedang kita rencanakan sekarang ini dengan pelibatan mahasiswa, tokoh agama, warga-warga di perbatasaan," ia menuturkan.

Dalam pencegahan, Bawaslu juga melakukan MoU dengan banyak lembaga. Termasuk dengan Menkominfo. "Kami memayungi banyak kebijakan yang bisa kami lakukan. Misalnya jika ada ujaran kebencian yang disampaikan di media sosial," tuturnya.
Dalam index kerawanan pemilu, Afif mengungkapkan bagian yang termasuk kerawanan di proses pilkada, akan diturunkan menjadi pengawasan kampanye berjalan.

"Dia turun kita awasi, kemudian dalam pemilihan dia kita awasi kemudian ketika dia ditemukan membuat masalah maka kita berikan hukuman," tutupnya. [tsr]


Komentar Pembaca