Masyarakat Lihat Capres dari Latar Belakang Agama

Survei Pemilu   Jumat, 20 April 2018 | 00:36 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

Masyarakat Lihat Capres dari Latar Belakang Agama - Kantorberitapemilu.com

Survei/Net

KBPRI. Lembaga survei Cyrus Network merilis hasil penelitiannya terkait elektabilitas calon presiden di 2019. Petahana Joko Widodo tercatat paling tinggi elektabilitasnya dengan dukungan 64 persen.

Menurut Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto, nama Jokowi paling banyak terpikirkan di benak publik saat diminta menjawab pertanyaan soal siapa sosok calon presiden pada Pilpres 2019.

"Sementara nama calon presiden kedua yang muncul di benak publik adalah Prabowo Subianto. Sebanyak 21,8 persen dari responden kami di 123 desa maupun kelurahan terpilih di 34 provinsi menjawab Prabowo 21,8 persen. Itu adalah orang-orang yang tak mau Jokowi kembali terpilih sebagai presiden periode 2019-2024," papar Eko dalam paparan hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (19/4).

Dia menjelaskan, kebanyakan pemilih akan mencoblos presiden pilihannya berdasarkan latar belakang agama. Sementara, sebanyak 17,7 persen responden merasa tidak penting memilih pasangan capres berdasarkan latar belakang agama, dan sebanyak 1,8 persen tidak menjawab.

"Dari 1230 responden yang disurvei ada 80,5 persen yang menyatakan hal itu. Angka tersebut disebabkan oleh pemikiran penduduk Indonesia yang masih belum terbuka," kata Eko.

Penelitian juga menemukan sebanyak 64,8 persen responden menginginkan pasangan capres berasal dari kaum muslim, sedangkan 29,5 persen lainnya mengaku tidak mempermasalahkan hal itu.

"Kemudian ada 7,5 persen responden menginginkan presiden beragama Islam dan wakil non Islam, sedangkan 1,6 persen responden menjawab tidak tahu, dan 0,2 persen untuk lainnya," demikian Eko.

Penelitian Cyrus Network bertajuk 'Pemetaan Peluang Capres dan Cawapres Menjelang Pemilihan Presiden 2019' digelar pada 27 Maret hingga 3 April 2018. Survei melibatkan 1230 responden dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi. Dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen pada tingkat kesalahan 3 persen. [wah]


Komentar Pembaca