KORUPSI KTP-EL

Jamak: Desak Aparat Miskinkan Novanto

Hukum   Rabu, 25 April 2018 | 09:19 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

Jamak: Desak Aparat Miskinkan Novanto - Kantorberitapemilu.com

Setya Novanto/net

KBPRI. Perampok uang rakyat alias koruptor pantas dihukum dan dimiskinkan. Salah satu orang yang disuarakan Jaringan Aliansi  Mahasiswa Anti Korupsi (Jamak), dimiskinkan adalah tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP-el Setya Novanto.

Aparat penegak hukum diminta untuk tidak ragu memiskinkan mantan Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR itu.

Setelah divonis 15 tahun bui, Novanto juga harus dimiskinkan lewat sangkaan pasal pencucian uang.

Hal itu penting lantaran menurut Ketua Jamak, Khairul Umam, Novanto melakukan kejahatan yang merugikan negara triliunan rupiah itu di saat kehidupan masyarakat kecil semakin sulit.

"Kalau seperti itu Novanto sudah layak dimiskinkan karena sudah tak punya hati nurani dan hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri," jelasnya seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/4).

Perbuatan mantan Ketua DPR RI itu, dinilainya sudah benar-benar mencederai kepercayaan rakyat yang memilihnya menjadi wakil rakyat.

"Kita nyatakan haram Novanto kembali ke panggung politik karena bisa korupsi lagi. Aksi tipu-tipunya perlu diwaspadai," demikian Khairul Umam.

Novanto dianggap terbukti secara sah menguntungkan diri sendiri, merugikan keuangan negara, menyalahgunakan wewenang, dan melakukan korupsi bersama-sama pihak lain dalam proyek e-KTP.

Dia juga dianggap memperkaya diri sendiri sebanyak 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 71 miliar (kurs tahun 2010) dari proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Novanto juga disebut mengintervensi proyek pengadaan tahun 2011-2013 itu bersama-sama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Novanto yang pada saat itu masih menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar diduga mempengaruhi proses penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta proses lelang. [dry]


Komentar Pembaca