Pemilu 2019

Soal Tweet Karni Ilyas "Rasa" Stalin, Pramono Tanthowi: Viral Sesat-Menyesatkan

Pilpres   Selasa, 01 Mei 2018 | 06:54 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Soal Tweet Karni Ilyas

Pramono Ubaid Tanthowi/Net

KBPRI. Pramono Ubaid Tanthowi merespon tweet Presiden sekaligus pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas. Apalagi, Karni menyadur kutipan dari Pemimpin Uni Soviet (saat ini Rusia), Joseph Stalin, terkait pemilu.

Melalui akun media sosial Facebook pribadinya, Pramono U. Tanthowi, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu menyampaikan tiga poin untuk menanggapi cuitan Karni. Berikut respon dari Mantan Ketua Bawaslu Provinsi Banten 2012-2017 itu, yang diunggah Senin (30/4) malam.

Sy tdk tahu apa maksud @karniilyas, atau dlm konteks apa Ia mengutip ucapan Stalin ini. Namun kutipan yg diviralkan itu akan dg mudah ditelan mentah2 oleh pihak2 yg memang berniat mendelegitimasi KPU. Dlm konteks Pemilu di Indonesia saat ini, kutipan itu sdh tdk relevan, cenderung ngawur, dan menunjukkan ketidaktahuan yg akut atas perkembangan kepemiluan di Indonesia dlm bbrp tahun terakhir.

Pertama, Stalin adalah Pemimpin Uni Soviet sejak 1920an hingga meninggal 1953. Jadi kutipan itu tentu diucapkan pada tahun2 dia berkuasa, saat terlibat perang dingin dg AS, dan mjd kritik komunisme kepada sistem demokrasi yg berlaku masa itu. Jika diletakkan dlm konteks sekarang tentu tdk relevan. Bahkan jika diterapkan pada konteks Indonesia masa itu pun tdk relevan, karena Pemilu 1955 kita akui sbg pemilu yg jurdil dan demokratis.

Kedua, Uni Soviet adalah negara komunis yg pada masa itu tdk mengenal Pemilu sbg mekanisme penggantian kekuasaan. Jadi gimana bisa kita tiba2 menelan mentah2 kritik terhadap pemilu yg disampaikan oleh seorang pemimpin Partai Komunis yg dipilih melalui politbiro, yg sama sekali tdk demokratis itu. Atau, meski kita sangkal, jangan2 kita ini penganut komunisme pengidola Stalin? Hehehe.

Ketiga, harus diakui bahwa penyelenggaraan Pemilu di Indonesia masih blm sempurna. Masih ada kelemahan di sana-sini. Masih ada bbrp penyelenggara pemilu yg kurang berintegritas. Namun tentu tdk tepat jika dikatakan bahwa KPU bisa menentukan hasil2 pemilu. Kutipan itu seolah2 mengatakan bahwa semua jajaran KPU tdk jujur, curang semua, sama sekali tdk ada pengawasan oleh Bawaslu, partai2 politik tdk saling mengawasi satu sama lain, tdk ada media yg menyampaikan informasi kecurangan, dan publik kita bodoh semua. Ah, mungkin benar kata orang, antara naif dan bodoh itu hanya beda2 tipis.

Sebelumnya, Karni Ilyas men-tweet kutipan Joseph Stalin melalui akun twitter pribadinya, @karniilyas, Sabtu (29/4) kemarin.

Cuitan tersebut memicu reaksi pro-kontra ribuan warganet, termasuk Pramono.

"Orang-orang yang memberikan vote (suara) tidak menentukan hasil dari pemilu. Namun orang-orang yang menghitung vote itulah yang menentukan hasil dari pemilu," kicau Karni menirukan pernyataan Joseph Stalin. [tsr]


Komentar Pembaca