Imigran Amerika Tengah Kesulitan Tinggal di AS

Internasional   Selasa, 01 Mei 2018 | 23:01 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Imigran Amerika Tengah Kesulitan Tinggal di AS - Kantorberitapemilu.com

Imigran Amerika Tengah/Net

KBPRI. Presiden AS Donald Trump marah terkait persoalan imigaran di negaranya. Khususnya, terkait kisah delapan perempuan dan anak-anak imigran Amerika Tengah memasuki wilayah Amerika Serikat (AS) untuk mencari tempat tinggal pada Senin (30/4). Tepatnya, setelah mereka menempuh perjalanan melalui Meksiko selama sebulan.

Para imigran tersebut hanya membawa harta secukupnya. Mereka berjalan melalui pintu ke pelabuhan San Ysidro atas tawaran dari petugas Bea Cukai, Customs and Border Patrol (CBP), dan petugas perbatasan yang melakukan patroli.

Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji, para imigran yang nekat masuk ke AS akan diproses sesuai dengan hukum AS.
Para imigran yang masuk ke AS adalah bagian dari kelompok kecil yang telah berkemah di Gerbang San Ysidro sejak CBP mengatakan fasilitas antara Tijuana dan San Diego sudah penuh.

Mereka melarikan diri dengan alasan takut akan ancaman kematian, pemerasan, dan kekerasan di lingkungan mereka. Sebab, banyak kelompok kriminal di negara para imigran tersebut.

Setibanya di AS, para imigran harus meyakinkan para pejabat bahwa mereka memiliki alasan untuk takut pulang ke rumah.

Sebagian besar klaim yang dilakukan para imigran Amerika Tengah yang mencari tempat tinggal tersebut tidak berhasil. Menurut pihak administrasi Trump, banyak tempat tinggal palsu.

Seperti dilansir Reuters, sebanyak 15 perempuan dan anak-anak lainnya yang tersisa di perbatasan AS menunggu petugas kembali untuk membiarkan mereka masuk.

Ayde Hernandez yang berasal dari Guatemala berharap ia dapat masuk ke AS. Para imigran telah menjadi sorotan saat memulai perjalanannya sejauh lebih dari 2.000 mil dari Meksiko Selatan.

Mereka mengumpulkan 1.500 orang pada satu titik pertemuan yang kemudian memicu kemarahan Trump, ia menuntut para pejabat tidak membiarkan kelompok imigran tersebut masuk ke negaranya.
Bagaimanapun, peraturan internasional mewajibkan AS untuk menerima permohonan tempat tinggal para imigran tersebut.

Jumlah imigran berkurang menjadi beberapa ratus orang saat tiba di perbatasan AS. Para imigran harus menunjukkan alasan yang kuat untuk memperoleh tempat tinggal. [tsr]


Komentar Pembaca