Pilgub Sumatera Utara 2018

Pendeta Sumut Bantah Baptis Edy Rahmayadi

Pilkada   Kamis, 10 Mei 2018 | 19:55 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Pendeta Sumut Bantah Baptis Edy Rahmayadi - Kantorberitapemilu.com

Edy Rahmayadi/Net

KBPRI. Video Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmyadi seperti sedang dibaptis umat Kristiani dibantah oleh salah satu pendeta, Eben Siagian. Menurut Eben, para pendeta hanya mendoakan Edy sebagai salah satu calon pemimpin di Sumut.

"Jangan dibilang Pak Edy itu dibaptis. Tidak ada begitu. Kami mendoakan dia saja sebagai calon pemimpin Sumatera Utara dan mudah-mudahan terpilih," kata Pendeta Eben Siagian dikutip dari Jawapos.com, Kamis (10/5).

Eben mengaku, dirinya memang diundang di acara tersebut untuk memberikan khutbah. Sehingga, Eben mengimbau masyarakat dapat memahami video tersebut. Apalagi, momen Pilgub, menjadikan video tersebut polemik di masyarakat.

"Kalau tidak karena Pilgub Sumut, pasti tidak ada masalah itu. Tidak akan begitu beritanya. Jadi dimiring-miringkan. Saya kenal Pak Edy. Beliau itu taat pada agamanya," ungkap aktivis GMKI dan GAMKI tersebut.

Beberapa tahun lalu, Edy Rahmayadi juga pernah didoakan pemimpin umat Kristiani Sumut. Tepatnya saat Edy akan berangkat tugas sebagai Pangkostrad. Waktu itu, Edy didoakan di Kantor Pendeta MD Wakkary di Jalan Letjend S Parman.

"Waktu itu Pak Edy juga sudah pernah didoakan pendeta. Tapi tak ada yang ribut. Artinya, ya persoalan video yang diedarkan ini sangat berkaitan dengan politik," tegas Eben Siagian.

Bahkan, isu miring serupa pernah menimpa Siagian saat menyambut Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam kunjungan ke Medan pada 2000 silam. Saat itu, Siagian menyematkan ulos pada Gus Dur.

"Besoknya, muncul berita Gus Dur dibaptis pendeta. Padahal cuma diulosi. Jadi bukan hanya Pak Edy yang pernah jadi korban begini. Gus Dur yang Presiden dan ulama saja pernah kena," pungkasnya.

Seperti diketahui, beredar video Edy yang dikelilingi beberapa orang pendeta sambil mengangkat tangannya. Seseorang di antaranya tampak merapalkan puji-pujian kepada Tuhan. Sedangkan Edy tampak tertunduk dan menyatukan kedua tangannya.

Belakangan dikabarkan, video itu sudah diedit dan sengaja disebarkan untuk menjatuhkan Edy. Video tersebut diambil saat Edy menghadiri acara yang digelar Komunitas Pendeta Indonesia Sumut beberapa waktu lalu. [tsr]


Komentar Pembaca