Pemilu 2019

Mahfud MD Bukan Cawapres Ideal Dampingi Jokowi, Ini Penjelasannya

Analisis   Sabtu, 12 Mei 2018 | 05:02 WIB | LAPORAN: Samrut Lelosima

Mahfud MD Bukan Cawapres Ideal Dampingi Jokowi, Ini Penjelasannya - Kantorberitapemilu.com

Mahfud MD/Net

KBPRI. Ada sekitar tujuh kriteria calon wakil presiden (cawapres) pendamping petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Begitu dikatakan ekonom Ichsanuddin Noorsy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/5).

Pertama, Jokowi harus mencari Cawapres yang diterima oleh kalangan Islam, baik dari moderat maupun kalangan Islam garis keras.

"Kriteria kedua harus mampu memajukan perekonomian, karena situasi perekonomian yang makin lama makin tak menentu," sambungnya.

Ketiga, lanjut Noorsy, pendamping Jokowi juga harus mampu mengendalikan partai-partai yang ada di DPR dan bertindak sebagai negarawan. "Sekarang sedang defisit negarawan, Jokowi harus mencari tokoh negarawan," tuturnya.

Keempat, lanjut Noorsy, cawapres Jokowi harus bisa merangkul kaum minoritas.  Selanjutnya, Cawapres Jokowi tidak boleh menjadi boneka negara manapun. "Dia tidak boleh menjadi kepentingan perpanjangan tangan negara manapun," tambahnya.

Kriteria keenam, lanjut dia, Cawapres Jokowi harus bisa memajukan Indonesia dari segi pendidikan guna peningkatan kualitas SDM Indonesia. "Ketujuh, Cawapres Jokowi harus mampu mengangkat keterpurukan Indonesia dari segi sosial, ekonomi dan politik."

Soal nama Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD atau Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang belakangan ikut disorot menjadi Cawapres Jokowi, Noorsy menepisnya.

"Cak Imin diterima di kalangan agama tertentu, apakah Mahfud MD diterima kalangan agama tertentu, kan enggak," jelasnya.

Noorsy juga menilai sikap Mantan Ketua MK tersebut saat mengomentari dua orang bocah yang tewas saat antre sembako di Monas. "Soal intimidasi di Car Free Day dinilai sudah tidak memperoleh simpati masyarakat luas," tambahnya. [tsr]


Komentar Pembaca

Pilih Pemimpin Sumut yang Mau Bekerja untuk..

Kamis, 21 Juni 2018 | 16:26

KUHAP Baru Jangan Sampai Bunuh KPK..

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:11

Iwan Bule Pj Gubernur, Paslon Hasanah Gugur..

Selasa, 19 Juni 2018 | 23:58

Menakar Kandidat Ideal Cawapres Jokowi di P..

Selasa, 19 Juni 2018 | 23:53

Rizal Ramli dan 100 Orang Paling Brengsek d..

Selasa, 19 Juni 2018 | 17:11

Kesalahan Besar Anies-Sandi..

Selasa, 19 Juni 2018 | 14:29