Elite Politik Banten Gaungkan Slogan Lawan Teror

Politik   Senin, 14 Mei 2018 | 15:42 WIB

Elite Politik Banten Gaungkan Slogan Lawan Teror - Kantorberitapemilu.com

Foto/Net

KBPRI. Sejumlah elite politik di Banten menggaungkan slogan 'Kami Tidak Takut Teror' dan 'Kami Bersama Polri' terkait rentetan teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

"Islam tidak mengenal kekerasan, itu tindakan tidak manusiawi yang memakan banyak korban," kata Ketua DPD Partai Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya di Kota Serang, Senin (14/5).

Menurutnya, aksi teror di Jawa Timur harus dapat dicegah agar tidak berlanjut ke daerah-daerah lain, termasuk di Banten. Hal itu dapat dilakukan dengan bersatunya masyarakat, TNI dan Polri.

"Karena Islam tidak mengenal cara-cara keji seperti itu. Dengan menghilangkan nyawa banyak orang dan menimbulkan ketakutan," terang Iti.

Sikap serupa juga dilontarkan PDI Perjuangan yang siap membantu penegak hukum mencegah tindakan terorisme. Mengingat, di Banten, sempat terjadi penangkapan teroris dan simpatisan Negara Islam (ISIS) beberapa tahun terakhir.

"Meminta aparat kepolisian menangkap dan menumpas dalang siapa di balik bom Surabaya, Sidoarjo dan Mapolres Surabaya," kata Sekretaris Fraksi PDIP di DPRD Kota Serang Muhamad Ali Soerochman.

Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Serang itu menerangkan kalau Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin, sehingga tidak mengenal tindakan kejam berupa bom bunuh diri yang menghilangkan banyak nyawa.

"Kami bersama Polri. Agama manapun melarang kekerasan. Masyarakat diimbau tidak men-share foto maupun video terorisme," ujar Muhamad.

Ketua DPD Golkar Lebak Suparman lebih dulu menyampaikan bahwa pemerintah harus bertindak tegas atas tindakan teror yang merenggut nyawa orang tidak berdosa.

Dia menyarankan kepolisian maupun yang terkait dalam penanganan terorisme harus memperkuat pencegahan dini yang bisa meminamilisir kejadian tidak terulang.

"Jelas teroris itu sendiri yang tidak menghormati HAM, dengan aksi mereka menghilangkan nyawa orang-orang yang tidak berdosa," tegas Suparman, diberitakan RMOLBanten. [wah]


Komentar Pembaca