Mendagri Ingatkan Peserta Pilkada Tidak Provokatif

Pilkada   Selasa, 15 Mei 2018 | 16:31 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

Mendagri Ingatkan Peserta Pilkada Tidak Provokatif - Kantorberitapemilu.com

Pilkada/Net

KBPRI. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyayangkan insiden kaus bertuliskan '2019 Ganti Presiden' yang ditampilkan pasangan Sudrajat-Syaikhu dalam debat calon gubernur Jawa Barat. Dia meminta para peserta pilkada tidak provokatif, serta mendesak Bawaslu segera mengambil tindakan.

"Ini kan memilih calon gubernur. Adu program calon gubernur untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, kok kampanye presiden. Walaupun belum menyebutkan nama tapi kan konteksnya berbeda," jelas Tjahjo di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Selasa (15/5).

Menurutnya, dalam ajang debat cagub tidak menjadi masalah jika menyebutkan ganti gubernur mengingat jabatan gubernur sudah selesai. Namun yang dilakukan justru di luar konteks karena menyangkut suksesi kepemimpinan nasional.

"Harusnya Bawaslu mengingatkan," kata Tjahjo.

Untuk itu, dia berharap masing-masing pasangan calon tidak melakukan tindakan provokatif selama proses Pilkada 2018.

"Tiap calon jangan bertindak provokatif. Membangun iklim sejuk, jangan merangsang masyarakat untuk menjungkirbalikkan etika berpolitik, hargai perbedaan politik," tegas Tjahjo.

Dalam ajang debat kedua Pilgub Jabar yang digelar Senin kemarin (14/5) terjadi kericuan saat sesi terakhir. Dipicu pasangan nomor urut tiga pengguna nama Asyik yang menyuarakan motto ganti presiden.

"Saya tidak pernah jadi bupati, gubernur, saya hanya bekas dubes. Pengalaman saya di luar duduk di pemerintahan nasional akan saya bawa dengan ilmu yang saya miliki untuk membangun Jabar yang paling modern, maju, bertakwa dan sejahtera. Pilih nomor tiga Asyik. Kalau Asyik menang, insya Allah 2019 kita akan mengganti presiden," papar Sudrajat. [wah] 


Komentar Pembaca