SBY Siap Jelaskan Kebijakan Harga BBM Ketika Berkuasa kepada Jokowi

Nasional   Rabu, 16 Mei 2018 | 10:11 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

SBY Siap Jelaskan Kebijakan Harga BBM Ketika Berkuasa kepada Jokowi - Kantorberitapemilu.com

Susilo Bambang Yudhoyono/net


KBPRI. Presiden Jokowi  menyinggung kebijakan harga BBM yang diterapkan Presiden ke-6 Susiloo Bambang YUdhoyono. Kebijakan itu dinilainya tidak  bisa meratakan harga BBM di seluruh Indonesia.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun beraksi.

Menurut SBY pernyataan Jokowi mengenai kebijakan subsidi BBM didapatnya  dari percakapan publik, termasuk di media sosial.

"Pak Jokowi intinya mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi untuk rakyat dan kebijakan harga BBM, yang berlaku di era pemerintahan saya," tulis SBY dalam akun @SBYudhoyono.

Lebih lanjut, SBY menjelaskan dirinya bisa saja menjelaskan kepada Jokowi mengenai kebijakan subsidi yang dijalankan saat memimpin pemerintahan. Namun hal ini akan menjadi penilaian buruk di masyarakat. Apalagi, sambung SBY, saat ini masyarakat tengah menghadapi masalah keamanan, politik dan ekonomi.

Ia juga meminta para mantan menteri dan pejabat pemerintah di era pemerintahannya, para kader Partai Demokrat dan konstituen, tetap sabar atas kritik dan menyalahkan Jokowi terkait kebijakan subsidi untuk rakyat di kepemimpinannya.

"Justru kita harus bersatu padu. Juga makin rukun. Jangan malah cekcok dan beri contoh yang tak baik kepada rakyat. Malu kita," pungkasnya.

Sebelumnya dalam Presiden Jokowi menyatakan kebijakan BBM satu harga di seluruh daerah sudah dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia lantaran pemerintah telah mencabut subsidi BBM.

Pada pemerintahan sebelumnya, terdapat subsidi BBM sebesar Rp340 triliun. Namun, BBM satu harga tidak bisa diterapkan di seluruh daerah.

"Dulu subsidi Rp 340 triliun kenapa harga nggak bisa sama. Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat," ujar Jokowi saat menghadiri penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP se-Indonesia 2018 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5). [dry]


Komentar Pembaca