Bebas, Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Siap Kembali ke Panggung Politik

Internasional   Rabu, 16 Mei 2018 | 21:39 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Bebas, Politisi Malaysia Anwar Ibrahim Siap Kembali ke Panggung Politik - Kantorberitapemilu.com

Anwar Ibrahim/Net

KBPRI. Koalisi Mahathir Mohamad mampu menyingkirkan partai yang berkuasa sebelumnya merupakan sejarah pertama kali di Malaysia. Bahkan, kemenangan pemilu yang mengejutkan pekan lalu tersebut diikuti rekonsiliasi antara Mahathir dengan Anwar Ibrahim.

Politisi Malaysia yang resmi bebas dari penjara itu, baru saja menyelesaikan masa hukuman penjara 5 tahun atas tuduhan sodomi dan korupsi. Mahathir meminta pengampunan untuk Anwar yang telah dikabulkan pada Rabu (16/5) pagi.

Anwar bebas dari rumah sakit di Ibu Kota Kuala Lumpur yang merupakan tempatnya menjalankan perawatan. Para pendukung Anwar yang berkumpul di rumah sakit mengikutinya ke Istana untuk bertemu dengan Mahathir.

Para pendukung yang mengendarai sepeda motor berteriak, "Hidup Anwar." Mereka berangkat dari kompleks kerajaan untuk mendukung pemimpin mereka yang baru agar dibebaskan.

Salah seorang pendukung Anwar, Ahmad Samsuddin, 59 tahun, mengatakan, bebasnya Anwar rasanya seperti gelombang perubahan yang berputar-putar di Malaysia setelah tidak adanya keadilan selama bertahun-tahun.

Kebebasan Anwar,  membuka jalan baginya kembali ke panggung politik. Ia dilihat sebagai calon pemimpin masa depan.

Mahathir berjanji akan pergi agar Anwar menjadi perdana menteri menggantikan dirinya dalam kurun waktu dua tahun. Anwar selama ini memimpin gerakan oposisi Malaysia selama bertahun-tahun.

Mahathir sendiri pernah memecat Anwar saat menjalankan tugas pertamanya sebagai perdana menteri. Kisah hubungan Mahathir dan Anwar kemudian menjadi salah satu tikungan dan belokan yang luar biasa.

Selama 1990-an mereka merupakan sekutu politik saat keduanya masing-masing menjabat sebagai perdana menteri dan wakilnya. Namun Anwar dipecat pada 1998 silam setelah berselisih dengan mentor politiknya dan dipenjarakan karena penyalahgunaan kekuasaan setahun kemudian.

Seperti dilansir BBC, pada 2004 lalu, keyakinannya di balik memimpin oposisi untuk mendapat keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. [tsr]


Komentar Pembaca