Pilgub Sumatera Utara 2018

Ogah Ikut Demokrat Dukung Eramas, Loyalis JR Saragih Pilih DJOSS

Pilkada   Rabu, 16 Mei 2018 | 21:55 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Ogah Ikut Demokrat Dukung Eramas, Loyalis JR Saragih Pilih DJOSS - Kantorberitapemilu.com

JR Saragih/Net

KBPRI. Sebagian Kader Demokrat menolak keputusan partai untuk mendukung Pasangan Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) Pilgub Sumatera Utara (Sumut). Bahkan, mereka memutuskan untuk keluar dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penolakan tersebut.

Salah satu kader Demokrat, Ronald Naibaho, mengikuti jejak Jopinus Ramli (JR) Saragih yang menolak mendukung Eramas. Ronald dan rekan-rekannya lebih memilih memberi dukungan ke Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) sebagai lawan politik Eramas.

Selain Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Partai Demokrat Sumut periode 2016-2021 itu, ada beberapa kader Demokrat lainnya yang menyatakan mundur.

Yakni, Wakil Koordinator Bidang Seni dan Artis DPD Partai Demokrat Sumut Lasni Sitorus dan Anggota KPP DPD Partai Demokrat Sumut Edi Sughandhy.

"Pilihan saya berbeda dengan yang diputuskan DPP Demokrat. Maka dengan ini saya dengan sadar menyatakan mundur dari anggota dan jabatan Ketua BPOKK Partai Demokrat Sumut," kata Ronald, Selasa (15/5).

Selain alasan itu, pengunduran diri Ronald juga karena pencopotan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut JR Saragih yang dinilai tidak sesuai mekanisme dan Peraturan Organisasi Nomor : PO.03/DPP.PD/IV/2013 tentang Jangka Waktu Kepengurusan dan Pelaksana Tugas Partai, khususnya Pasal 5 Ayat 2 butir (d), yakni tentang menjadi tersangka pidana dengan ancaman pidananya 5 tahun atau lebih.

Dimana terhadap hal ini, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut non aktif JR Saragih belum ada status ancaman hukuman dari penegak hukum. Alasan lain adalah, karena sejauh ini tidak adanya komunikasi dan pembinaan organisasi BPOKK DPP Partai Demokrat kepada Ketua DPD Partai Demokrat Sumut.

Meskipun masalah hukum yang dihadapi JR Saragih di Sentra Gakkumdu hampir selesai dan hampir nyaris tak terdengar. Padahal jika merujuk SK penunjukan Plt Ketua Partai Demokrat Sumut tertanggal 20 Februari 2018 disebutkan bahwa, jika masalah hukum telah selesai, maka jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut dikembalikan kepada JR Saragih.

"Semestinya Plt itu lahir dan ada untuk meningkatkan ritme kerja dan konsolidasi partai. Khususnya target partai dalam Pemilu yang akan datang, tetapi itu tidak kita lihat," ujar Ronald.

Sebelumnya, DPP Partai Demokrat memutuskan mengalihkan dukungan kepada Eramas, Jumat (11/5) karena JR Saragih-Ance Selian yang diusung Demokrat, PKPI dan PKB tidak memenuhi syarat sebagai Calon Gubernur Sumut. Kemudian pada Senin (2/4), JR Saragih menyatakan dukungannya kepada pasangan DJOSS. [tsr]


Komentar Pembaca