Pilgub Sulawesi Selatan 2018

Jelang Pilkada, Pjs Gubernur Sulsel: Makassar dan Sidrap Paling Wajib Diwaspadai

Pilkada   Kamis, 17 Mei 2018 | 00:22 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Jelang Pilkada, Pjs Gubernur Sulsel: Makassar dan Sidrap Paling Wajib Diwaspadai - Kantorberitapemilu.com

Soni Sumarsono/Net

KBPRI. Tensi politik di Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat seiring semakin dekatnya gelaran Pilkada Serentak 2018. Sejumlah daerah perlu mendapatkan pengawasan dan pengamanan ekstra ketat.

"Daerah-daerah yang wajib kami waspadai dan cermati adalah Makassar dan Kabupaten Sidrap. Ini yang paling wajib diwaspadai karena posisinya dua di atas," kata Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono di Makassar, Rabu (16/5).

Di kabupaten Sidrap juga digelar pemilihan bupati (Pilbup). Pesertanya dua pasangan calon. Masing-masing Dollah Mando-Mahmud Yusuf (Doamu) dan Fatmawati Rusdi-Abdul Majid (Fatma).

Beberapa waktu lalu, massa pendukung kedua pasangan calon terlibat bentrok di depan kantor Panwaslu Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman. Beruntung, aparat gabungan dari Polri dan TNI sigap menghalau kedua massa pendukung.

Tak jauh berbeda dengan yang terjadi di Kota Makassar. Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Makassar 2018 juga menjadi sorotan. Pasangan calon yang bertarung masing-masing nomor urut 1 Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), dan nomor urut 2 Mohammad Ramdan Pomanto - Indira Mulyasari (DIAmi). Kedua pasangan saling gugat terkait adanya dugaan pelanggaran.

Beberapa waktu lalu, kedua massa simpatisan dan pendukung nyaris terlibat bentrok besar-besaran saat menunggu hasil pembacaaan putusan dari Panwaslu. Hal itu terkait hasil sidang gugatan dalam sengketa Pilwali Makassar.

Berdasarkan hasil pencermatan sementara itulah, Soni berpendapat bahwa masing-masing dari dua daerah punya skala atau intensitas sendiri dalam melaksanakan Pilkada Serentak. Dikhawatirkan, dipilihnya Sulsel sebagai ikon pelaksanaan pilkada aman, tentram dan damai di Indonesia, sewaktu-waktu bisa berubah apabila tak ada kewaspadaan pada dua daerah tersebut.

"Soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, itu hal biasa dalam pilkada. Buat kami siapapun yang menang, itulah pilihan rakyat. Yang terpenting adalah pilkada berjalan aman, nyaman dan damai. Itu yang mendasar," tegas Soni.

Hal itupun diakui Soni menjadi pembahasan serius dalam rapat terbatas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rapat digelar di rumah jabatannya (Rujab) Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman, Selasa (15/5) kemarin.

Berdasarkan kesepakatan dan kesimpulan dalam rapat, kedua daerah ini mesti ditingkatkan pengawasan dan pengamanannya lebih ekstra demi berjalannya pelaksanaan pilkada damai. Sementara untuk beberapa kabupaten lain yang juga ikut melaksakan Pilkada Serentak juga tak luput dari perhatian. Namun untuk status kondusifitas, sejumlah daerah itu ada di luar zona waspada.

"Yang dicermati perkembangan situasinya ada Pare-Pare, Palopo, Pinrang, Jeneponto dan Sinjai. Sementara lainnya masih hijau. Tapi kami lihat dinamikanya di lapangan. Karena suatu saat bisa berubah. Yang kuning bisa jadi hijau, atau kuning jadi merah," jelas Soni. [tsr]


Komentar Pembaca