Berkah Ramadhan, Pemerintah Suriah Gelar Pasar Murah di Kota Douma

Internasional   Kamis, 17 Mei 2018 | 00:37 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Berkah Ramadhan, Pemerintah Suriah Gelar Pasar Murah di Kota Douma - Kantorberitapemilu.com

Suasana Ramadhan di Douma, Suriah/Net

KBPRI. Menghadapi bulan suci Ramadhan, muncul pasar yang menyediakan kebutuhan makanan, kebutuhan pribadi dan mainan di Douma, Ghouta Timur, Suriah. Padahal, daerah tersebut telah dilanda konflik selama bertahun-tahun.

Pasar itu diprakarsai oleh Kementerian Perdagangan Suriah dan digelar di sebuah halaman yang luas di Douma, selama empat hari, sejak Minggu (13/5).

Kota yang terletak di Ghouta Timur tersebut, merupakan kota utama yang pernah dikuasai kubu oposisi. Pasukan pemerintah menguasai kembali Ghouta pada bulan lalu. Tepatnya, setelah serangan dahsyat yang menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi.

Mereka yang masih tinggal berupaya untuk hidup bersama. Banyak dari mereka berada di Souma dan kota sekitarnya mengunjungi pasar, membeli kebutuhan sehari-hari.

Kerumunan perempuan, pria, dan anak-anak tumpah ruah di berbagai kios yang tersedia. Pedagang menjual berbagai keperluan seperti deterjen, yogurt, kop instan, dan lain-lain.

Umm Mohammad (50) tampak sedang melihat label harga yang melekat pada kaleng daging, kemudian menaruhnya kembali ke rak.
"Saya akan segera pulang ke rumah setelah membeli mentega dan halawa," katanya.

Barang-barang di pasar harganya sedikit lebih murah dibandingkan ketika pengepungan selama lima tahun membuat makanan, obat-obatan, dan barang pokok lainnya menjadi mahal dan sulit ditemukan.

Suplai kebutuhan sehari-hari di toko menyusut selama bertahun-tahun, sehingga 400.000 penduduk di wilayah Ghouta bergantung pada pengiriman bantuan kemanusiaan atau produk selundupan.
"Saya belum pernah melihat pasar seperti ini pada tahun ini," kata Hassan Saryoul, sambil membawa tisu makan.

"Satu kilo gula bisa mencapai 22.000 pound Suriah (sekitar Rp 600.000), tapi sekarang hanya 500 pound (Rp 13.600)," ucapnya.

Dia membawa dua tas belanja di kedua tangannya dan berupaya menerobos kerumunan pembeli lainnya. "Jika saya bisa membawa lebih banyak barang, saya akan melakukannya," kata Hassan.

Ghouta jatuh di kelompok oposisi pada 2012, dan berada dalam pengepungan selama beberapa tahun. Bantuan dari sekutu Rusia, membuat pasukan rezim Suriah kembali menguasai wilayah itu pada satu bulan lalu.

Namun, di luar pasar, Douma tetap terlihat hancur, dengan mobil hancur yang berkarat berada di luar bangunan runtuh dan puing-puing masih mengotori jalanan berdebu. [tsr]


Komentar Pembaca