Tim Pasangan Asyik Somasi Bawaslu dan KPU

Pilkada   Kamis, 17 Mei 2018 | 19:40 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

Tim Pasangan Asyik Somasi Bawaslu dan KPU - Kantorberitapemilu.com

Pilkada/Net

KBPRI. Aksi pasangan calon gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang mempertontonkan kaos bertuliskan '2019 Ganti Presiden' saat acara debat Senin lalu (14/5).

Badan Pengawas Pemilu memutuskan pasangan nomor urut itga tersebut melanggar peraturan dan tata tertib Komisi Pemilihan Umum tentang pelaksanaan debat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa kuasa hukum pasangan Asyik akan melakukan somasi terhadap KPU dan Bawaslu Jabar.

Menurutnya, ada tiga hal yang membuat tim Asyik melayangkan somasi kepada penyelenggara pemilu. Pertama, tindakan pasangan Asyik menunjukkan kaos '2019 Ganti Presiden' dan mengucapkan "kalau Asyik menang Insya Allah 2019 ganti presiden" sama sekali tidak melanggar larangan kampanye, sebagaimana diatur pasal 69 UU Pilkada. Kedua, pasangan Asyik tidak pernah dipanggil dan dimintai keterangan secara resmi terkait persoalan tersebut.

"Kami baru tahu dari media jika KPU Provinsi Jawa Barat telah menjatuhkan sanksi teguran tertulis dan Bawaslu Jawa Barat telah menyatakan kami melanggar aturan," kata Sufmi.

Ketiga, lanjutnya, KPU dan Bawaslu Jabar tidak bersikap adil dengan tidak memproses tindakan pasangan nomor urut dua yang menyanyikan lagu bernada dukungan kepada Presiden Joko Widodo, serta tidak memproses perbuatan pendukung pasangan itu yang memaki pasangan Asyik dengan kata-kata kotor.

"Menurut kami, tindakan KPU Provinsi Jawa Barat dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut telah melanggar pasal 8, 10 dan 11 Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu 2/2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu yang mengharuskan mereka bersikap netral, adil dan mematuhi kepastian hukum," tegas Sufmi. [wah]


Komentar Pembaca