Gara-gara Liput Sidang, Jurnalis Hongkong Ditangkap dan Diborgol

Internasional   Kamis, 17 Mei 2018 | 21:02 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Gara-gara Liput Sidang, Jurnalis Hongkong Ditangkap dan Diborgol - Kantorberitapemilu.com

Jurnalis Hongkong/Net

KBPRI. Seorang jurnalis Hongkong ditangkap dan dibiarkan terluka saat mencoba mewawancarai seorang pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) di Beijing pada Rabu (16/5).

Insiden kekerasan kedua terjadi kepada jurnalis Hongkong di Tiongkok dalam kurun waktu satu minggu. Melalui sebuah cuplikan di televisi, polisi meringkus Chui Chun Ming dan menyeretnya ke sebuah mobil van.

Chui, jurnalis asal Hongkong, bekerja untuk saluran Now TV di kota tersebut namun berbasis di Beijing. Ia kemudian dibebaskan setelah menandatangani surat penyesalan.

Jurnalis dari luar daratan Tiongkok termasuk Hongkong biasanya diberi kendali yang bebas dibandingkan dengan wartawan domestik.

Para jurnalis domestik hanya memiliki sedikit kesempatan untuk menyiarkan pandangan mereka di negara yang didominasi oleh media pemerintah tersebut.
Jurnalis TV menyatakan, sering terjadi kemarahan ekstrim yang tidak masuk akal dan penuh kekerasan selama pelaporan sah mereka di Beijing.

Insiden tersebut terjadi empat hari setelah seorang jurnalis Hongkong lainnya ditendang dan dipukuli oleh dua pria saat meliput peringatan 10 tahun gempa bumi yang meruntuhkan Sichuan.

Menurut media Hongkong, kedua pria tersebut mengklaim mereka adalah orang biasa. Namun penduduk setempat mengatakan, keempat jurnalis tersebut terkait dengan pemerintah.

Rekaman pada Rabu (16/5) tersebut menunjukkan polisi menghalangi Chui dan meminta untuk memperlihatkan kartu presnya saat ia akan meliput sidang di Asosiasi Pengacara Beijing.

Menurut Now TV, sidang tersebut merupakan sidang putusan apakah pengacara HAM, Xie Yan Yi harus dicabut izinnya.

Xie merupakan salah satu pengacara yang ditangkap di 709 crackdown, atau kasus penindasan di Beijing pada 2015 lalu yang kemudian menandai penindasan terbesar terhadap profesi hukum di Tiongkok.

Saat Chui meminta kembali kartu persnya pada polisi, kedua pria berpakaian preman langsung menjepit lengannya ke belakang punggung dan mendorong kepalanya ke bawah.

Ia kemudian diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil van bersama dengan Xie seperti dilansir Gulf News, Kamis (17/5).

Asosiasi Jurnalis Hongkong mendesak Tiongkok untuk menghentikan tindakan dan penindasan yang biadab tersebut terhadap para jurnalis.

Kelompok itu menyerahkan surat bersama yang ditandatangani oleh media lokal ke kantor penghubung Tiongkok di kota itu pada hari Rabu. [tsr]


Komentar Pembaca