Pemilu 2019

Tawaran Cawapres Belum Jelas, Cak Imin Tetap Ngarep Sinyal Jokowi

Pilpres   Kamis, 17 Mei 2018 | 22:14 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Tawaran Cawapres Belum Jelas, Cak Imin Tetap <i>Ngarep</i> Sinyal Jokowi - Kantorberitapemilu.com

Joko Widodo/Net

KBPRI. Meski telah deklrasi sebagai calon wakil presiden (cawapres), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) belum diminati Capres mana pun.

Dalam berbagai kesempatan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kerap mengatakan ingin berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi). Apalagi muncul dukungan relawan yang mendeklarasikan pasangan Jokowi-Muhaimin (JOIN).

Namun dalam kesempatan lain, Cak Imin menyebut juga ingin berpasangan dengan Prabowo Subianto, yang berpeluang maju kembali sebagai Capres parai Gerindra.

Menurut pengamat politik dari Charta Politica Muslimin, upaya Cak Imin menawarkan diri kepada beberapa bakal calon presiden (capres) ini menunjukkan belum adanya sinyal yang diberikan Jokowi untuk menggandengnya.

"Sehingga ia mencoba untuk menyebut bisa berpaling ke calon lain dan berupaya untuk memberikan tawaran kepada Jokowi agar segera untuk melamarnya," ujar Muslimin dikutip dari JawaPos.com, Kamis (17/5).

Jika itu memang merupakan upaya tawar-menawar Cak Imin ke Jokowi, menurut Muslimin tidak tepat. Sebab, dari sisi jumlah kursi untuk pencalonan, Jokowi sudah bisa maju tanpa ada dukungan PKB.

Apalagi masih banyak ketua umum partai lain yang bisa bersaing dengan Muhaimin. Dengan kata lain, upaya Cak Imin bakal sia-sia.

"Ada Romahurmuziy dari PPP dan Airlangga Hartarto dari Golkar yang juga memungkinkan untuk digandeng oleh Jokowi. Golkar secara jumlah kursi jauh lebih besar dibanding PKB, sementara PPP lebih dahulu mendukung Jokowi dibanding PKB," katanya.

Dibanding kepada Jokowi, Muslimin menilai, tawaran Cak Imin sebenarnya lebih tepat untuk Prabowo. Sebab, secara kursi Gerindra tidak cukup untuk mengusung Prabowo tanpa berkoalisi dengan partai lain.

Memang ada PKS, namun Gerindra dan PKS secara resmi belum mendeklarasikan diri untuk mengusung Prabowo. Muslimin menambahkan, Cak Imin berpotensi untuk menawarkan dirinya kepada capres selain Jokowi dan Prabowo.

Pasalnya, dia melihat, ambisi menjadi cawapres sudah harga mati bagi ketua PKB ini. Ambisi ini secara etika politik tidak bagus dan tidak etis.

"Bahkan Cak Imin mungkin saja tidak hanya menawarkan diri ke Jokowi dan Prabowo. Jika ada tokoh lain yang berpotensi menjadi capres ia juga akan menawarkan dirinya," pungkasnya. [tsr]


Komentar Pembaca