Pemilu 2019

Jadi Caleg PAN, 12 Mantan Presma Siap Tuntaskan Reformasi

Pileg   Selasa, 22 Mei 2018 | 21:39 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

 Jadi Caleg PAN, 12 Mantan Presma Siap Tuntaskan Reformasi - Kantorberitapemilu.com

Mantan Presiden Mahasiswa/Ist

KBPRI. Sebanyak 12 mantan Presiden mahasiswa (Presma) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mendatangi kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Jalan Senopati 113 Jakarta Selatan, Selasa (22/05) sore.

Mereka menegaskan komitmen untuk mengawal penuntasan agenda reformasi dengan cara bergabung menjadi calon anggota legislatif (Caleg) dari PAN di pemilu 2019 mendatang.

Dempo Xler mantan Presiden BEM Universitas Bengkulu mengatakan, hal ini adalah wujud langkah konstitusional untuk melanjutkan perjuangan. Menurutnya, berpartai adalah jalan terbaik untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, nilai-nilai demokrasi, dan nilai-nilai reformasi.

"Kita berkumpul disini dengan tekad dan niat yang sama. Bahwa kita sedang resah dengan kondisi bangsa kita. Khususnya bagi kami yang di daerah. Saya memilih PAN karena partai ini adalah anak kandung reformasi," ungkap Dempo.

Menguatkan pernyataan itu, Thomas Warijo, mantan Presiden BEM Universitas Cendrawasih Papua mengakui bergabung dengan PAN ini berangkat dari kegelisahannya di Papua. Thomas melihat kesenjangan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang belum merata.

"Hari ini, kami berkumpul dengan niat yang sama, untuk menuntaskan cita-cita reformasi. Papua juga ingin merasakan keadilan pembangunan, baik infrastruktur maupun sumber daya manusianya," tegasnya.

Menyambut kehadiran para aktivis muda itu, Ketua Komite Pemenangan Pemilu Nasional (KPPN) PAN, Hanafi Rais menegaskan bahwa PAN ini lahir di tahun 1998 lalu, justru karena ide gerakan mahasiswa. Hanafi menegaskan, PAN adalah gagasan untuk mendorong dan mengawal perubahan.

"Jadi partai ini lahir bukan karena dorongan kekuatan modal, bukan dorongan kekuatan jaringan internasional. Tapi lahir dan besar hingga sekarang ini karena gagasan para aktivis ketika itu, yang kita kenal dengan MARA. Kemudian dengan kesadaran penuh melahirkan partai kita ini," jelasnya.

Dikatakan Hanafi, karena latarbelakang historisnya itulah, PAN merupakan rumah bagi para aktivis. PAN adalah Partai Aktivis Nasional dan menjadi tugas bersama-sama untuk melanjutkannya dengan langkah politik yang kongkrit untuk bergabung dan menjadi Caleg.

"Terimakasih atas kehadiran saudara-saudaraku di sini. Tentu nanti saya ingin kita bisa bersilaturahmi kembali. Rebutlah kursi-kursi kekuasaan itu. Karena kekuasaan itu tidak untuk ditunggu. Tetapi untuk kita rebut secara bersama-sama. Agar bisa kita isi dengan kemaslahatan bagi seluruh rakyat dan mengawal tuntas agenda reformasi," harap Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Menambahkan Hanafi Rais, aktivis senior Syahganda Nainggolan menceritakan situasi di penghujung masa Orde Baru (Orba) dan tuntutan reformasi yang diniscayakan dengan harus turunnya Soeharto dari kursi presiden RI.

Ia juga menegaskan meski memang banyak pihak yang terlibat sebagai aktor reformasi, namun peran Amien Rais sebagai tokoh sentral tak bisa dinafikan.

"Beliau sebagai tokoh yang dengan lantang berani meneriakkan bahwa Soeharto harus turun. Setiap gerakan massa memang punya pemimpin dan itulah Amien Rais," tandasnya.

Syahganda mendorong para aktivis zaman now ini untuk menuntaskan agenda reformasi dengan meluncurkan reformasi jilid dua.

Menurutnya, reformasi jilid satu telah melenceng dari cita-cita awalnya yang ditandai dengan pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik. Demokrasi elektoral yang melahirkan rezim pencitraan dan modal.

"Kesenjangan makin tinggi dan modal hanya terakumulasi pada segelintir orang, semuanya transaksional," pungkas Syahganda.

Seperti diketahui, 20 tahun sudah berlalu sejak rezim Orba berhasil ditumbangkan pada 1998 lalu. Harapan pun muncul, akan adanya perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengiringi lahirnya masa reformasi.

Sejumlah tokoh memainkan peranan penting ketika teriakan reformasi mulai digulirkan, Senin (21/5) kemarin. Mereka menyuarakan keprihatinannya akan kondisi bangsa dan negara yang masih jauh dari harapan. Serta belum tuntasnya sejumlah agenda reformasi.

===

Berikut 12 nama mantan Presiden Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi se-Indonesia yang memperkuat barisan Caleg PAN:

1. Dempo Xler
2. Thomas Warijo
3. Faldo Maldini
4. Ronald Akhyar
5. Syamsul Hidayat
6. Herli Antoni
7. Atma Winata
8. Wawan Gunawan
9. Buhanudin
10. David Nurfianto
11. Gifari
12. Hendri Satrio

[tsr]


Komentar Pembaca