Mayoritas Publik Sepakat Kinerja Ekonomi Jokowi-JK Buruk

Nasional   Jumat, 25 Mei 2018 | 16:15 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

Mayoritas Publik Sepakat Kinerja Ekonomi Jokowi-JK Buruk   - Kantorberitapemilu.com

Foto/Net

KBPRI. Kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di bidang ekonomi dianggap gagal oleh masyarakat.

Sebagaimana tercatat dalam hasil survei terbaru Indonesia Development Monitoring (IDM). Publik menilai makin buruknya ekonomi nasional dikarenakan tidak ada satu pun janji kampanye Jokowi-JK yang direalisasikan. Seperti janji menolak utang luar negeri hingga mewujudkan swasembada pangan. Yang terjadi utang luar negeri terus membengkak dan banjirnya impor pangan.

"Sebanyak 43,9 persen responden menyatakan menurun keadaan ekonominya. Sehingga banyak hal yang harus dikurangi, terutama kebutuhan sehari-hari," ujar Direktur Eksekutif IDM Ben Firman Tresnadi kepada wartawan, Jumat (25/5).

Sementara, sebanyak 34,8 persen menyatakan kondisi sama saja tidak ada sisa untuk ditabung, dan 21,3 persen menyatakan terdapat peningkatan karena ada tambahan penghasilan.

Kemudian, sebanyak 69,7 persen responden menyatakan selama 3,5 tahun terakhir pemerintahan Jokowi-JK sangat sulit mencari pekerjaan. Ada 26,7 persen yang mengatakan lapangan kerja tersedia namun tidak sesuai dengan tingkat pendidikan atau keahlian yang dimiliki.

"Dan sisanya, sebanyak 3,6 persen menyatakan tersedia lapangan kerja," ujar Firman.

Survei IDM sendiri digelar di 400 kabupaten/kota di 33 provinsi terhadap 2450 responden yang disesuaikan dengan jumlah DPT Pemilu 2014. Survei yang dilaksanakan pada 28 April sampai 18 Mei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan plus minus 1,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [wah]


Komentar Pembaca