Konflik Rohignya

Tokoh Agama Dunia Desak Myanmar Beri Hak Kewarganegaraan Etnis Rohingya

Internasional   Senin, 28 Mei 2018 | 22:51 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Tokoh Agama Dunia Desak Myanmar Beri Hak Kewarganegaraan Etnis Rohingya - Kantorberitapemilu.com

Etsnis Rohingya/Net

KBPRI. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama sejumlah tokoh agama dunia melakukan dialog terbuka di Myanmar dan disambut oleh Pemimpin De Facto Myanmar Aung San Suu Kyi di kantornya, Jumat (25/5).

Sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Din menyampaikan perkembangan di Myanmar.

Provinsi Rakhine menjadi perhatian utama karena kekerasan yang dilakukan pasukan Myanmar terhadap etnis Rohingya di sana menimbulkan keprihatinan Asia Tenggara, bahkan dunia akhir-akhir ini.

Sejumlah tokoh agama dunia yang turut hadir antara lain, Supreme Patriach dari Srilanka, Supreme Patriach dari Kamboja, President of Risho Kosakai dari Jepang Rev. Niwano, ketiganya merupakan tokoh umat Buddha dunia.

Bishop Gunnar Stalsett, tokoh Kristiani Eropa Madame Vinu Aram, tokoh umat Hindu dari India, dan Wakil Sekjen Religions for Peace Internasional dari New York, Rev. Koichi Sugino.

Din Syamsuddin, yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, meminta adanya pengakuan dan pemberian hak kewarganegaraan bagi etnis Rohingya yang kebetulan beragama Islam.

Menurutnya, tidak ada jalan lain kecuali mengembangkan perdamaian di antara etnis Rohingya dan Pemerintah Myanmar, serta pengakuan kewarganegaraan mereka. "Perlu ada tindakan untuk mengatasinya dengan cepat," katanya, Minggu (27/5).

Suu Kyi mengatakan, Myanmar merupakan negara yang mengamalkan demokrasi. Oleh karena itu hak-hak asasi manusia beserta nilai-nilai demokrasi sangat dihargai.

Menurut Suu Kyi, permasalahan di Provinsi Rakhine dan wilayah Myanmar lainnya dapat diselesaikan dengan semangat perdamaian dan rekonsiliasi.

Dalam pertemuan tersebut, turut juga hadir President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP), bersama para tokoh lintas agama Myanmar juga menemui Suu Kyi untuk menyampaikan surat para tokoh agama dunia untuk masyarakat Myanmar.

Surat tersebut merupakan hasil dari Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) selama dua hari sebelumnya di Yangon. Surat tersebut berisi pesan dan ajakan kepada Pemerintah dan Rakyat Myanmar untuk menyelesaikan konflik bernuansa agama dan etnis di Myanmar dengan semangat kemanusiaan, perdamaian, dan rekonsiliasi.

Suu Kyi menerima surat tersebut dengan senang hati. Termasuk menerima usulan delegasi konferensi internasional mengenai Myanmar pada Oktober 2018 mendatang. Semua pihak berharap melalui konferensi akan menjadi tombak penyelesaian masalah etnis Rohingya di Myanmar dengan adil. [tsr]


Komentar Pembaca