Dianggap Layak Terima Nobel Perdamaian, Mahathir: Saya Tidak Begitu Mulia

Internasional   Rabu, 30 Mei 2018 | 05:58 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Dianggap Layak Terima Nobel Perdamaian, Mahathir: Saya Tidak Begitu Mulia - Kantorberitapemilu.com

Mahathir Mohamad/Net

KBPRI. Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad dianggap layak mendapat hadiah Nobel Perdamaian tahun ini. Hal itu merupakan usulan dari pendukungnya. Seperti apa tanggapan Mahathir?

"Hadiah Nobel? Saya tidak begitu mulia," guraunya pada konferensi pers setelah pertemuan dewan tertinggi Parti Pribumi Bersatu Malaysia pada Senin, (28/5), dilansir dari The Star Online.

Sebuah petisi Change.org, membandingkan Mahathir dengan tokoh antiaparteid revolusioner Nelson Mandela. Petisi tersebut diluncurkan sejak Sabtu, (26/5), dan sejak saat itu petisi tersebut telah menerima lebih dari 26.300 tanda tangan.

Dimulai oleh Alexandria Abishegam, petisi yang ditujukan kepada Yayasan Nobel, ingin agar Mahathir dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian sebagai pengakuan atas tekadnya untuk kembali ke politik pada usia 92. Ia juga mengesampingkan sengketa politik masa lalunya agar bisa bekerja dengan mantan menterinya, Anwar Ibrahim.

Petisi itu juga merayakan keberhasilan Ketua Pakatan Harapan melakukan pengalihan kekuasaan secara damai dan secara khusus menyatakan, pemerintahan baru Malaysia tidak dibentuk untuk membalas dendam terhadap pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak.

Seperti dilansir Channel News Asia, mereka yang menandatangani petisi menyatakan kekagumannya terhadap Mahathir. Mereka menyebutkan kontribusinya kepada negara dan menyebut dia sebagai pahlawan.

"Orang ini adalah pemberian Tuhan untuk Malaysia. Pada usia 93 tahun, dia masih memiliki kekuatan dan kemauan untuk menyelamatkan negara ini dari kelesuan ekonomi dan bencana," tulis seorang penandatangan Saminal Idris.

Menurut situs Hadiah Nobel, ada 330 kandidat untuk Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, jumlah tertinggi kedua diterima, sebelumnya pada 2016 ada rekor 376 kandidat ditetapkan pada 2016. [tsr]


Komentar Pembaca