Indonesia-Korea Harus Perbanyak Pertukaran Wartawan

Internasional   Kamis, 31 Mei 2018 | 01:45 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Indonesia-Korea Harus Perbanyak Pertukaran Wartawan - Kantorberitapemilu.com

Jung Kyu Sung dan Teguh Santosa/Net

KBPRI. Hubungan kerja sama antara Korea dan Indonesia layak naik level ke arah "special strategic partnership." Demikian dikatakan Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa dalam acara makan malam bersama 10 delegasi Asosiasi Wartawan Korea di Bali, Kamis (31/5).

"Hubungan antara pemerintah Indonesia dan Korea sudah sangat intens, jadi asosiasi wartawannya juga harus naik level jadi special strategic partnership," ujar Teguh.

Teguh meminta agar kerja sama antara Korea dan Indonesia di bidang jurnalistik diperbanyak. Salah satunya lewat program pertukaran wartawan. "Kegiatan kerja sama kita juga harus diperbanyak lagi," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Wartawan Korea Jung Kyu Sung menyambut baik program tersebut dan berjanji akan segera mendiskusikannya dengan seluruh jajaran asosiasi wartawan di Korea. "Kami akan sampaikan permintaan tersebut saat tiba di Korea nanti," jelas Jung.

Sadar bila program tersebut tidak mudah untuk diwujudkan, Jung meminta agar PWI memberikan waktu kepadanya untuk membahas hal tersebut. Dia juga mengundang perwakilan PWI hadir di Korea untuk membahas program ini lebih jauh lagi.

10 wartawan dari Asosiasi Wartawan Korea tiba di Indonesia, tepatnya di Jakarta sejak 24 Mei 2018. Selama dua hari kunjungannya di Ibukota, mereka sempat berkunjung ke kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait kesiapan pemerintah dalam menyambut Asian Games 2018.

Selanjutnya, pada 26 Mei 2018 seluruh rombongan bertolak ke Pulau Dewata Bali. Mereka berkunjung ke kantor Pusat Pengendalian Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali untuk mendengarkan paparan tentang kesiapan Bali menyambut acara IMF.

Selain itu mereka juga mendapat informasi bila saat ini Bali sangat aman untuk dikunjungi meski erupsi Gunung Agung belum berhenti. Teknologi dan kesiapan Pusdalops BPBD Bali dalam menangani turis asing dan lokal mendapat pujian dari wartawan Korea.

Di hari terakhir kunjungannya di Bali, PWI mengenalkan kawasan wisata Uluwatu kepada para wartawan tersebut. Suguhan pemandangan alam dan Tari Kecak jadi penutip akhir perjalanan mereka sebelum akhirnya kembali ke Korea tanggal 31 Mei 2018 pukul 01.00 dini hari. [tsr]


Komentar Pembaca