Presiden Jokowi Laporkan Gratifikasi Rp 58 Miliar

Analisis   Senin, 04 Juni 2018 | 22:19 WIB

Presiden Jokowi Laporkan Gratifikasi Rp 58 Miliar - Kantorberitapemilu.com

Jokowi/Net

KBPRI. Presiden Joko Widodo menjadi pejabat negara yang melaporkan gratifikasi paling banyak sampai 4 Juni 2018 yaitu sebesar Rp 58 miliar.

"Total nilai gratifikasi milik negara terbesar secara berurutan adalah pertama Presiden Jokowi senilai Rp 58 miliar yaitu sejak menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta," jelas Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiono, Senin (4/6).

Di posisi kedua ada Wakil Presiden Jusuf Kalla senilai Rp 40 miliar, pegawai pemprov DKI Jakarta Rp 9,8 miliar, dirjen salah satu kementerian senilai Rp 5,2 miliar, dan mantan Menteri ESDM Sudirman Said Rp 3,9 miliar.

"Sampai dengan 4 Juni 2018 total penerimaan laporan gratifikasi sebesar 795 laporan," kata Giri.

Dari 795 laporan, sebanyak 534 atau 67 persen dinyatakan sebagai milik negara, 15 laporan atau dua persen milik penerima dan sisanya 31 persen adalah surat apresiasi sehingga masuk dalam katagori negative list.

Total status kepemilikian gratifikasi yang menjadi milik negara adalah Rp 6,203 miliar dengan rinciannya dalam bentuk uang sebesar Rp 5,449 miliar dan berbentuk barang senilai Rp 753,791 juta.

"Instansi yang paling besar nilai laporan gratifikasinya adalah Kementerian Keuangan yaitu sebesar Rp 2,8 miliar, selanjutnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 197 juta, Kementerian Kesehatan senilai Rp 64,3 juta, Otoritas Jasa Keuangan Rp 47,5 juta, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan senilai Rp 44,1 juta," papar Giri.

Kelima pegawai atau penyelenggara negara pelapor gratifikasi dengan frekuensi laporan terbanyak, penetapan milik negara terbanyak dan nilai gratifikasi terbanyak selama Januari 2015 sampai 4 Juni 2018 yaitu Kementerian Agama sebanyak 59 laporan, Kementerian Perhubungan (58), Kementerian Kesehatan (50), Pemprov DKI (45), dan Kementerian Agama (38).

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga melaporkan penerimaan Keris Komando dari Majapahit abad 14 bertahta intan, jam merek Audemars Piguet seharga Rp 600 juta serta kain sebanyak 45 potong.

Sementara Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek melaporkan penerimaan gratifikasi perhiasan berlian senilai Rp 50 juta, selanjutnya seorang dirjen kementerian juga melapor mendapat 200 ribu dolar Singapura.

"Yang paling menarik ini ada keris dalam bentuk tongkat komando, sarungnya kayu cendana dari abad ke-14. Ini kami mengapresiasi, kemarin kami sudah izin apakah mau disampaikan, ini salah satu bentuk kepatuhan dari bapak mendagri. Beliau sering sekali melaporkan. Ada juga 45 jenis kain yang dilaporkan oleh pak mendagri," ungkap Giri seperti diberitakan Antara. [wah] 


Komentar Pembaca

Rizal Ramli dan 100 Orang Paling Brengsek d..

Selasa, 19 Juni 2018 | 17:11

Kesalahan Besar Anies-Sandi..

Selasa, 19 Juni 2018 | 14:29

Demokrat Tegaskan Belum Putuskan Gabung de..

Selasa, 19 Juni 2018 | 13:05

CT Berpeluang Besar Jadi Capres 2019..

Senin, 18 Juni 2018 | 13:30

Hebring Euy Kalau Prabowo-Anies Vs Jokowi-P..

Senin, 18 Juni 2018 | 13:22

Perekonomian Menjelang Pilkada..

Minggu, 17 Juni 2018 | 16:57