Pilkada Serentak 2018

Personel Terbatas, Panwaslu Palembang Ajak Komunitas Awasi Pilkada

Analisis   Jumat, 08 Juni 2018 | 02:38 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Personel Terbatas, Panwaslu Palembang Ajak Komunitas Awasi Pilkada - Kantorberitapemilu.com

Panwaslu/Net

KBPRI. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) sadar akan keterbatasan personelnya. Untuk itu, pihak Panwaslu mengajak berbagai komunitas untuk dilibatkan dalam proses pengawasan Pilkada nanti.

"Kita melaksanakan acara ini untuk memberikan wawasan terkait dengan aturan Pilkada dan Pemilu. Serta melibatkan komunitas yang ada dalam mengawasi jalannya Pilkada.

"Ada 21 komunitas yang kida libatkan hari ini," ungkap Ketua Panwaslu Palembang, M Taufik di hadapan ratusan anggota komunitas se-kota Palembang dalam pelatihan pengawasan partisipatif, di salah satu hotel, Kamis (7/6)

Menurut Taufik tujuan pelatihan pengawasan sosialisasi partisipatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pilkada serentak tahun 2018 ini.

"Sosialisasi ini sama seperti sebelumnya. Namun kita memberikan gambaran kepada anggota masyarakat yang tergabung dalam berbagai komunitas. Untuk dapat berperan aktif ketika terjadi pelanggaran di daerah tempat mereka tinggal bisa langsung melapor kepada kami," jelasnya.

Panwaslu berharap, kepada seluruh peserta yang hadir pada kesempatan ini untuk dapat memberikan informasi kepada orang terdekat. Termasuk ke masyarakat luas atas apa yang telah dipaparkan dalam acara sosialisasi pengawasan partisipatif.

Karena, dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu terdapat beberapa rambu-rambu pada pelaksanaannya. Hal ini juga untuk menciptakan pilkada yang berintegritas.

"Kami berharap apa yang mereka dapat dari sosialisasi ini, bisa memberikan pencerahan aturan dalam pelaksanaan pilkada. Jika ada masyarakat atau Calon yang jelas jelas melanggar undang pemilu dapat segera dilaporkan," ujar Alumnus Muhammadiyah Palembang ini.

Sementara itu salah satu peserta dari komunitas taxi online,  memberikan apresiasi apa yang telah diadakan oleh Panwaslu Kota Palembang. Baginya ini menambah wawasan tentang aturan pilkada dan Pemilu secara keseluruhan.

"Alhamdulillah kami jadi tahu ada pelanggaran hukum ketika ada tim calon memberikan uang kepada masyarakat. Hal ini menjadi perhatian bagi kami penggiat taxi dan ojek online untuk berpartisipasi dalam pengawas pada pilkada Juni mendatang," ucapnya. [tsr]


Komentar Pembaca

Pilih Pemimpin Sumut yang Mau Bekerja untuk..

Kamis, 21 Juni 2018 | 16:26

KUHAP Baru Jangan Sampai Bunuh KPK..

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:11

Iwan Bule Pj Gubernur, Paslon Hasanah Gugur..

Selasa, 19 Juni 2018 | 23:58

Menakar Kandidat Ideal Cawapres Jokowi di P..

Selasa, 19 Juni 2018 | 23:53

Rizal Ramli dan 100 Orang Paling Brengsek d..

Selasa, 19 Juni 2018 | 17:11

Kesalahan Besar Anies-Sandi..

Selasa, 19 Juni 2018 | 14:29