PILPRES 2019

Banteng Tidak Ingin Cawapres Jokowi Jadi Capres 2019

Analisis   Minggu, 10 Juni 2018 | 08:36 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

Banteng Tidak Ingin Cawapres Jokowi Jadi Capres 2019 - Kantorberitapemilu.com

Refli Harun/net

KBPRI,. Aturan soal batasan jabatan presiden dan wakil presiden selama dua periode yang diatur dalam UU 7/ 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi (MK), dikabarkan bakal menuai gugatan ke Mahkamah Konstitusi  (MK).

 

Pakar Hukum Tata Negara, Refli Harun menduga gugatan ke MK itu justru dihembuskan oleh PDI Perjuangan yang notabene merupakan partai pengusung utama petahana Joko Widodo (Jokowi).

"Justru dihembuskan oleh lingkaran Jokowi sendiri, sebagai contoh misalnya PDIP," katanya dalam diskusi bertajuk 'Gugatan Masa Jabatan Presiden/ Wapres Untungkan Siapa?'  katanya baru-baru ini.


Mengapa PDIP? Refli mengatakan  langkah tersebut diambil karena PDIP tengah kebingungan untuk menentukan siapa cawapres pendamping Jokowi yang tidak berpotensi untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2024.

"Karena ada kebingungan untuk menentukan siapa calon wapres Jokowi. Karena kalau dia bukan dari PDIP, dia tidak boleh jadi calon yang potensial untuk presiden di tahun 2024," duganya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) misalnya. Diakuinya, bagi sebagian kalangan Cak Imin adalah sosok yang pantas menjadi cawapres Jokowi, namun tidak bagi PDIP.

"PDIP tidak mau. Karena tahun 2024 nanti Cak Imin bisa menjadi calon kuat untuk menjadi presiden. Romi apalagi ya kan. Anies Baswedan apalagi. AHY apalagi, karpet merah untuk 2024. Efeknya akan terjadi. Ketika dia menjadi wapres Jokowi, tahun 2024 Demokrat pasti mendapatkan keuntungan," urainya.

Bagi PDIP, tambahnya, yang paling menguntungkan adalah dia menempatkan calonnya sendiri sebagai wakil presiden Jokowi. Entah itu Puan Maharani atau Budi Gunawan.

"Cuma partai lain yang ogah. Partai lain sudah pasti separuh-separuh. Dan juga akan melihat konstalasi lawan. Apakah lawannya ini the rising star atau tidak. Kalau lawannya Pak Prabowo 'enteng'. Ini analisis. Karena itu saya melihat ini problem terbesar Jokowi untuk memilih wakil presiden. Jokowi sendiri ga pusing sebenarnya. Ini orang yang menurut saya akomodatif, sama siapapun dia bisa dipasangkan. Karena pada dasarnya dia ini easy going," pungkasnya.


Komentar Pembaca

Rizal Ramli dan 100 Orang Paling Brengsek d..

Selasa, 19 Juni 2018 | 17:11

Kesalahan Besar Anies-Sandi..

Selasa, 19 Juni 2018 | 14:29

Demokrat Tegaskan Belum Putuskan Gabung de..

Selasa, 19 Juni 2018 | 13:05

CT Berpeluang Besar Jadi Capres 2019..

Senin, 18 Juni 2018 | 13:30

Hebring Euy Kalau Prabowo-Anies Vs Jokowi-P..

Senin, 18 Juni 2018 | 13:22

Perekonomian Menjelang Pilkada..

Minggu, 17 Juni 2018 | 16:57