PILPRES 2019

PPP Enjoy Aja Kalau JK Jadi Cawapres Jokowi

Pilpres   Minggu, 10 Juni 2018 | 08:52 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

PPP Enjoy Aja Kalau JK Jadi Cawapres Jokowi - Kantorberitapemilu.com

Jokowi dan JK/net

KBPRI. Partai Persatuan Pembangun (PPP) merespon pernyataan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun yang menyebutkan penentuan sosok calon Wakil Presiden RI untuk Joko Widodo terkendala kepentingan PDI Perjuangan untuk Pemilu tahun 2024 mendatang.

Sekjen PPP, Arsul Sani menegaskan, pencalonan kembali Jusuf Kalla sebagai Cawapres dalam Pilpres tahun 2019 nanti jelas-jelas bertentangan dengan UU Pemilu yang ada.

"Tanpa mengurangi rasa hormat kita pada Pak JK, kalau enggak ada halangan konstitusionalnya, saya dan juga PPP enggak akan keberatan," ujar Arsul diplomatis dalam diskusi bertajuk 'Gugatan Masa Jabatan Presiden/ Wapres Untungkan Siapa?' kemarin.

Refly sebelumnya menduga gugatan aturan mengenai batasan jabatan presiden dan wakil presiden selama dua periode yang diatur dalam UU Nomor 7/ 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar PDIP bisa memasangkan Wapres Jusuf Kalla (JK) lagi dengan Jokowi.

Arsul menegaskan, penentuan Cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang sesungguhnya juga untuk kepentingan dan kebaikan bangsa. Sebab, tak sedikit orang Indonesia yang mempunyai kemampuan mempuni dalam menempati posisi Cawapres.

"Jangan karena kepentingan praktis biar 2024 itu flat. Karenakan kepentingannya kan lebih banyak itu sebetulnya kalau dari sisi partai politik, kemudian kita paksakan seolah-olah tidak ada anak bangsa yang lain," sesalnya.


Komentar Pembaca