Tahanan KPK Ini Tetap Ikut Pilkada

Pilkada   Minggu, 10 Juni 2018 | 22:14 WIB

Tahanan KPK Ini Tetap Ikut Pilkada - Kantorberitapemilu.com

Pilkada/Net

KBPRI. Bupati Tulungagung Syahri Mulyo yang telah menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi akan tetap mengikuti Pilkada 2018.

Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Komisi Pemilihan Umum tidak dapat membatalkan pencalonan Syahri kendati sudah ditahan oleh pihaknya. Dia mengatakan, itu merupakan ketentuan yang sudah diatur sejak awal sehingga KPK tidak dapat mengubahnya.

"Kita tidak mengehendaki itu," katanya kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (10/6)

Saut menjelaskan, jika terpilih, Syahri akan tetap dilantik sebagai bupati. Namun, pelantikan akan dilakukan di ruang tahanan.

"Tapi kalau kemudian terpilih, seperti kan ada kejadian sebelumnya dilantik di ruang tahanan. Di mana, itu kan prosedur-prosedur saja," ujarnya, seperti dikutip RMOL.

Syahri sedianya akan mengikuti Pilbup Tulungagung bersama pasangannya Maryoto Birowo. Mereka akan melawan pasangan Margiono-Eko Prisdianto.

Syahri ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Agung Prayitno, Sutrisno dan Susilo Prabowo dalam korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung tahun 2018.

Diduga pemberian oleh Susilo Prabowo kepada Syahri melalui Agung Prayitno sebesar Rp 1 miliar terkait fee proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Pemberian ditengarai pemberian ketiga setelah sebelumnya Syahri telah menerima pemberian Rp 500 juta dan Rp 1 miliar.

Atas perbuatannya, Syahri, Agung Prayitno dan Sutrisno dijerat pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) atau pasal 11 dan pasal 12B UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Susilo Prabowo sebagai pemberi suap disangkakan dengan pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau huruf (b) atau pasal 13 UU 20/2001 junto pasal 65 KUHP. [wah] 


Komentar Pembaca