Terobos Rumah Dubes Korut, Dua Wartawan Korsel Dideportasi dari Singapura

Internasional   Selasa, 12 Juni 2018 | 04:59 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Terobos Rumah Dubes Korut, Dua Wartawan Korsel Dideportasi dari Singapura - Kantorberitapemilu.com

Wartawan Korea Selatan/Net

KBPRI. Dua wartawan Korea Selatan (Korsel) dideportasi akibat nekat masuk ke rumah Duta Besar Korea Utara (Korut) di Singapura tanpa izin pada Minggu, (10/6). Kabar tersebut terdengar hanya selang beberapa hari sebelum pertemuan puncak antara Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam mengatakan, Singapura juga menolak seorang laki-laki masuk ke negaranya setelah menemukan kata pencarian bom bunuh diri di ponselnya.

Kim Jong Un telah mendarat pada Minggu, (10/6), menjelang Kerja Sama Tingkat Tinggi (KTT) yang dapat mengakhiri kebuntuan masalah senjata nuklir dan mengubah negerinya yang tertutup dan miskin seperti dilansir Channel News Asia.

"Kunjungan wartawan pria asal Korsel dibatalkan dan mereka telah dipulangkan ke Republik Korea pada 9 Juni 2018," kata Polisi dalam sebuah pernyataan. Keduanya merupakan staf KBS, media nasional Korsel yang mengoperasikan radio, televisi, dan layanan online.

Sebelum memulangkan dua staf KBS, Shanmugam mengatakan, sudah ada beberapa orang yang dicegah untuk memasuki Singapura. "Kemarin petugas Otoritas Imigrasi dan Pos Pemerikasaan (ICA) kami menahan seseorang yang masuk ke Singapura karena menemukan kata bom bunuh diri di daftar pencarian ponselnya," lanjutnya.

Dia menambahkan, telah ada segelintir orang yang ditolak masuk ke Singapura dengan alasan keamanan beberapa hari terakhir. Namun menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, pertemuan Trump dan Kim akan menelan biaya sekitar USD 20 juta bagi Singapura sebagai tuan rumah. Sebagian besar dana tersebut untuk biaya keamanan. [tsr]


Komentar Pembaca