Pasangan Bursah-Parhan Diprediksi Menang Pilbup Lahat

Survei Pemilu   Selasa, 12 Juni 2018 | 18:23 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

Pasangan Bursah-Parhan Diprediksi Menang Pilbup Lahat - Kantorberitapemilu.com

Foto/Net

KBPRI. Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mencatat elektabilitas pasangan calon bupati Lahat Bursah Zarnubi-Parhan Berza yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar terus merangkak naik.

Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nur Cahyono mengatakan, sesuai simulasi kartu, tingkat elektabilitas Bursah-Parhan meningkat dibandingkan hasil survei pada Januari dan Mei 2018 dari 37,7 persen ke 42,1 persen.

"Kemudian disusul oleh pasangan yang diusung PDIP, Gerindra, PPP dan PKS Novran Marjani-Herliansyah dengan 17,9 persen meningkat ke 18,2 persen, Cik Ujang-Haryanto yang diusung Partai Nasdem, Demokrat dan Hanura meningkat dari 16,4 persen ke 17,3 persen," jelas Arifin dalam keterangannya, Selasa (12/6).

Sedangkan, tingkat elektabilitas dua pasangan dari jalur perseorangan justru menurun. Di mana, pasangan Purnawarman Kias-Rozi Adiansyah pada Januari lalu memperoleh 5,7 persen turun menjadi 4,6 persen pada Mei. Begitu juga dengan pasangan Hapit Padli-Erlansyah Rumsyah dari 4,9 persen menjadi 3,2 persen. Adapun, responden yang belum menentukan pilihan juga turun dari 17,4 persen menjadi 14,6 persen.

"Kalau tidak ada kejadian politik yang luar biasa di Kabupaten Lahat dalam kurun satu bulan yang akan datang maka pasangan nomor urut empat Bursah Zarnubi-Parhan Berza berpotensi memimpin Kabupaten Lahat untuk 2018-2023," jelas Arifin.

Penelitian LKPI sendiri digelar pada 16-28 Mei 2018 terhadap 1659 responden yang merupakan warga Kabupaten Lahat yang tersebar di 22 kecamatan. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling dari jumlah populasi DPT Kabupaten Lahat sebanyak 298.528 pemilih.

Dari pengumpulan data dengan cara wawancara langsung melalui panduan kuisioner, survei mendapati tingkat kepercayaan 95 persen dengan tingkat kesalahan plus minus 2,4 persen. [wah]


Komentar Pembaca