MUI Minta Khatib Salat Ied Tidak Siarkan Khotbah Berbau Politik

Nasional   Selasa, 12 Juni 2018 | 21:28 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

MUI Minta Khatib Salat Ied Tidak Siarkan Khotbah Berbau Politik - Kantorberitapemilu.com

Foto/Net

KBPRI. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau khatib salat Idul Fitri tidak menyampaikan khotbah berbau politik praktis. Para khatib sejatinya menyiarkan materi khotbah yang sejuk.

"Tahun ini dekat dengan tahun politik nasional pilkada, pilpres, pileg, dan kami harapkan perbedaan aspirasi politik jangan sampai penyebab terjadi permusuhan. Dan kami minta para khatib menjauhi tema khotbah yang bernuansa politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan umat Islam," jelas Ketum MUI KH Maruf Amin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).

MUI mengimbau khatib dapat menyampaikan khotbah yang bertujuan meningkatkan ketakwaan umat. Selain juga memberikan pesan kepada jemaah untuk mewaspadai bahaya terorisme hingga perbuatan asusila.

"Mengimbau kepada para khatib salat Idul Fitri menyampaikan pesan peningkatan dan ketakwaan, persaudaraan, dan kedamaian kepada para jemaah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, LGBT, dan segala bentuk perbuatan munkar lainnya," papar Kiai Maruf.

Pada saat salat ied nanti, umat Islam diimbau untuk memanjatkan doa bagi saudara-saudara sesama muslim yang sedang terkena musibah, seperti di Palestina dan Rohingya. Masyarakat juga diingatkan tidak menyebarluaskan segala informasi hoax dan bersifat ujaran kebencian.

"Kami mengingatkan kepada masyarakat, khususnya saat menggunakan media sosial nanti untuk tidak menyebarkan informasi yang berisi kebohongan atau hoax, gibah, fitnah, namimah, membuka aib, ujaran kebencian, dan hal sejenis lainnya," imbuh Kiai Maruf. [wah]


Komentar Pembaca