Pilgub Sumatera Selatan 2018

Langgar Aturan Saat Debat Pilgub Sumsel? Kartu Merah!

Pilkada   Rabu, 13 Juni 2018 | 05:53 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Langgar Aturan Saat Debat Pilgub Sumsel? Kartu Merah<i>!</i> - Kantorberitapemilu.com

Kartu Merah/Net

KBPRI. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan aturan baru dalam debat calon gubernur (cagub) tahap kedua. Debat tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Wiyndham Jakabaring, Palembang, pada 21 Juni mendatang.

Salah satunya, peserta yang melanggar aturan akan diberikan kartu merah. Hal itu sebagai tanda pelanggaran dan dikeluarkannya peserta dari arena debat.

"Ini bentuk tindakan tegas kami agar debat berjalan lancar dan aman," kata Ketua KPU Sumsel Aspahani dikutip dari RMOLSumsel, Selasa (12/6).

Debat tahap kedua ibarat permainan sepakbola. Wasit mengantongi dua kartu. Yakni, kartu kuning dan merah. Jika ada pemain yang melakukan pelanggaran keras tentu akan diberikan kartu merah. Moderator yang akan bertindak sebagai wasit.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jika memang ada temuan yang melanggar, baik pasangan calon maupun tim pemenangan, akan dikeluarkan dari ruangan debat," tegasnya.

KPU Sumsel telah melakukan rapat koordinasi untuk menentukan hal yang melanggar. Di antaranya, pasangan calon dilarang mondar-mandir di panggung atau meninggalkan tempat saat menyampaikan paparan dan selama debat berlangsung. "Debat akan ditayangkan di televisi. Sehingga jika pasangan calon mondar-mandir, dikhawatirkan akan menutupi kamera," ujar Aspahani.

Komisioner KPU Sumsel Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Ahmad Naafi menambahkan, debat tahap kedua mengusung tema mewujudkan daya saing daerah yang maju dan terdepan untuk kesejahteraan dan kemakmuran Sumsel.

"Debat kali ini kami sengaja menggali program unggulan masing-masing pasangan calon agar masyarakat dapat menentukan program mana yang paling baik," sambungnya.

Ada lima orang yang disiapkan sebagai panelis. Mereka dari LIPI, KPK, akademisi dan lain sebagainya. "Kami harap dengan adanya debat ini, maka dapat menjadi referensi masyarakat dalam memilih calon gubernur yang baik untuk lima tahun kedepan," tutupnya. [tsr]


Komentar Pembaca