Pilwakot Bekasi 2018

Ancaman Pria Berbadan Tegap, Pilwalkot Bekasi Memanas

Pilkada   Rabu, 13 Juni 2018 | 06:23 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Ancaman Pria Berbadan Tegap, Pilwalkot Bekasi Memanas - Kantorberitapemilu.com

Rahmat Effendi/Net

KBPRI. Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bekasi, Jawa Barat (Jabar) diwarnai ancaman kekerasan. Hal itu diungkapkan Bambang Sunaryo selaku Ketua tim advokasi pasangan calon (Paslon) Wali Kota Bekasi Nur Supriyanto-Adhy Firdaus.

Bambang menjelaskan, ada ancaman kekerasan yang dilakukan orang-orang tak dikenal (OTD) saat pihaknya akan melakukan konferensi pers (konpers). Saat itu lanjut Bambang, pihaknya akan menggelar konpers soal dugaan ijazah palsu cawalkot Rahmat Effendi alias Pepen di Ruko Grand Galaxi City, Bekasi.

"Rencananya kami mau mengadakan konferensi pers pada Selasa (5/6) lalu, Pukul 14.00 WIB. Namun tiba-tiba datang beberapa orang berbadan besar dan tegap," ungkap Bambang, Selasa (12/6).

Sejumlah OTD itu, kata Bambang, berteriak-teriak agar tidak menjelek-jelekkan putra daerah. Beruntung, kejadian itu tidak sempat menimbulkan korban. Karena aparat kepolisian sigap meredakan situasi setelah dihubungi.

"Akhirnya saya hubungi pihak kepolisian. Datanglah Kapolsek Bekasi Selatan untuk meredakan situasi. Gerombolan itu kemudian membubarkan diri," katanya.

Bambang sangat menyesalkan terjadinya insiden tersebut, karena membuat suasana Pilkada Kota Bekasi yang damai menjadi terkotori. "Kita tidak ingin, proses demokrasi dinodai dengan premanisme untuk menekan," kata Bambang.

Untuk diketahui, kasus dugaan penggunaan ijazah palsu cawalkot Rahmat Effendi alias Pepen di SMAN 52 Jakarta Utara, kembali mengemuka jelang Pilwalkot Bekasi 2018. Kasus ini sebelumnya pernah mencuat pada 2015 lalu, tapi ketika itu pihak kepolisian menghentikannya. [tsr]


Komentar Pembaca