Warga Depok dan Bekasi Curhat ke Hasbullah Rahmad

Pilkada   Rabu, 13 Juni 2018 | 12:52 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

Warga Depok dan Bekasi Curhat ke Hasbullah Rahmad - Kantorberitapemilu.com

Hasbullah/net

KBPRI. Permasalahan layanan kesehatan, infrastruktur hingga pendidikan disampaikan warga Kota Bekasi dan Kota Depok kepada Anggota DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmad saat kegiatan dialog dan jaring aspirasi masyarakat dalam rangka Reses II Tahun 2018.

"Banyak hal (aspirasi) yang saya dapat dari masyarakat. Pertama, keluhan berkaitan pelayanan BPJS," kata Hasbullah, belum lama ini.

Dia menilai, BPJS akan efektif jika rumah sakit umum (RSU) mempunyai ruang rawat inap yang memadai. Saat ini, kondisi ruang rawat inap di wilayah Kota Depok dan Kota Bekasi terbatas. Sehingga pasien yang tidak tertangani dikirim ke beberapa rumah sakit di luar Kota Depok dan Kota Bekasi.

"Kita berharap agar Pemerintah Kota Depok dan Kota Bekasi memperbanyak ruang rawatnya, supaya siapapun masyarakat yang mau berobat baik menggunakan jamkesmas, BPJS maupun layanan kesehatan, dapat terlayani karena ruang rawatnya cukup," ucap Hasbullah. seperti diberitakan RMOLJabar, Rabu (13/6).

Selain itu, imbuhnya, masyarakat juga banyak yang mengeluhkan berkaitan dengan infrastruktur. Ia berharap, ke depan reses anggota DPRD Provinsi Jabar bisa bergandengan dengan anggota DPRD dari kabupaten/kota. Agar masyarakat yang mengeluhkan infrastruktur bisa mengetahui dengan jelas antara infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota atau kewenangan Provinsi.

"Idealnya dewan kota ikut, agar jelas antara kewenangan kota dan kewenangan provinsi," ujar dia.

Menjelang masuknya tahun ajaran baru, masyarakat juga banyak mengeluhkan tentang masih adanya pungutan pada saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).[dry]

Ia menilai, saat ini jumlah lulusan dari sekolah menengah pertama tidak sebanding dengan jumlah bangku belajar di tingkat SMA.

"Di Depok misalnya, lulusan SMP tahun 2018 ini sebanyak 27.000, sedangkan daya tampung SMA itu bangkunya hanya 9.000, sehingga berebut," jelas dia.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, saat ini Pemprov Jabar terus berupaya membangun ruang belajar setingkat SMA agar berbanding lurus dengan lulusan siswa setingkat SMP. Lokasinya pun dibangun di kecamatan berbasis penduduk untuk mempermudah biaya transportasi.


Komentar Pembaca

Janji Khofifah ke Muslimat NU: Jadi Ibu Unt..

Kamis, 21 Juni 2018 | 23:47

Listrik Padam Saat Debat Paslon, Pengamat: ..

Kamis, 21 Juni 2018 | 22:24

Debat Diharapkan Tidak Ricuh ..

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:20

Iwan Bule Punya Niat bangun Bangun Jabar..

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:15

Rindu Siap Hadapi Debat Pamungkas..

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:06

Masih Belum Jelas Siapa Pengisi Jabatan Wak..

Kamis, 21 Juni 2018 | 10:44