Kasus KTP-El Pengaruhi Elektabilitas Ganjar

Survei Pemilu   Rabu, 13 Juni 2018 | 18:42 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

Kasus KTP-El Pengaruhi Elektabilitas Ganjar - Kantorberitapemilu.com

KTP-El/Net

KBPRI. Dugaan keterlibatan petahana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam korupsi pengadaan KTP elektronik akan memengaruhi elektabilitasnya dalam Pilgub Jateng.

Hasil survei terbaru Indonesia Development Monitoring (IDM) mencatat sebanyak 54,9 persen responden menilai Ganjar terlibat dalam kasus KTP-el. Sedangkan 41,8 persen mengatakan Ganjar tidak terlibat, dan sisanya 3,3 persen responden tidak menjawab.

"Hasil ini terjawab setelah responden diberi pertanyaan 'Menurut anda, apakah anda yakin kalau Ganjar Pranowo benar-benar terlibat dalam kasus e-KTP?'," jelas Direktur Eksekutif  IDM Fahmi Hafel kepada wartawan, Rabu (13/6).

"Alasan responden, Komisi Pemberantasan Korupsi tidak akan memanggil Ganjar Pranowo berkali-kali jika dia tidak terlibat dalam kasus korupsi e-KTP," tambahnya.

Lanjut Fahmi, ketika responden ditanya soal 'Kepala daerah seperti apa yang anda inginkan dan anda terima terkait dengan maraknya kepala daerah yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi?' sebanyak 89,2 persen menjawab menginginkan kepala daerah yang tidak terlibat dalam kasus korupsi.

"Bahwa secara umum masyarakat Jawa Tengah mengetahui korupsi sebagai sebuah kejahatan yang luar biasa, sama halnya dengan terorisme. Oleh karena itu, secara mayoritas masyarakat Jawa Tengah menginginkan adanya pemerintahan yang bersih karena dengan korupsi baik langsung maupun tidak langsung berimbas kepada masyarakat," papar Fahmi.

IDM juga melakukan survei dengan memberi pertanyaan spontan kepada responden, soal siapa yang akan dipilih jika Pilgub Jateng digelar hari ini.

"Jawaban secara top of mind dari 2002 sebanyak 47,3 persen memilih pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah. Sedangkan sebanyak 40,9 persen memilih pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, dan sebanyak 11,8 persen tidak menjawab," jelas Fahmi.

Kemudian, dengan pertanyaan yang sama menggunakan kuisioner dan alat bantu simulasi kartu suara, dalam survei ditemukan bahwa 54,6 persen memilih pasangan Sudirman-Ida, sedangkan Ganjar-Taj Yasin didukung 42,8 persen, dan sebanyak 2,6 persen belum menentukan pilihan.

"Tingginya elektabilitas pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah ada beberapa faktor, di mana 78,2 persen responden yang berlatar belakang kaum Nahdliyin yang paling memerangi korupsi lebih banyak memilih Ida Fauziah sebagai wakil NU yang berpasangan dengan Sudirman Said yang juga tidak punya pontensi tersangkut kasus korupsi. Dibandingkan dengan Taj Yasin yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo yang berpotensi tersandung kasus korupsi e-KTP," beber Fahmi.

Survei IDM sendiri dilakukan pada 28 Mei-4 Juni 2018 terhadap 2002 warga Jateng yang tersebar secara proporsional di 35 kota/kabupaten sesuai sebaran Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2018 yang berjumlah 27.068.125 pemilih.

Menggunakan metodologi kuantitatif dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Penarikan sampel dengan metode multistage random sampling mendapati tingkat kepercayaan 98 persen pada tingkat kesalahan plus minus 2,6 persen. [wah]


Komentar Pembaca