Trump Tarik Pasukan AS Dari Korsel, Kim Setuju Denuklirisasi

Internasional   Kamis, 14 Juni 2018 | 01:13 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Trump Tarik Pasukan AS Dari Korsel, Kim Setuju Denuklirisasi - Kantorberitapemilu.com

Kim Jong Un dan Donald Trump/Net

KBPRI. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, pembicaraan bersejarahnya dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un berakhir dengan kesepakatan bersama yang 'luar biasa'. Seperti dilansir BBC pada Rabu, (13/6), perjanjian yang ditandatangani termasuk janji dari Trump untuk menghentikan latihan militer AS di Korea Selatan (Korsel).

Pertemuan itu adalah pertama kalinya seorang Presiden AS duduk dan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korut. Pertemuan yang mengubah segalanya.

Hasil Kerja Sama Tingkat Tinggi (KTT) Trump dan Kim menyebutkan, kedua negara akan bekerja sama menuju hubungan baru. Sementara AS akan memberikan jaminan keamanan bagi Korut. Mengenai senjata nuklir, Kim menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Para pengamat mengatakan, dokumen itu tidak memiliki substansi, khususnya tentang bagaimana denuklirisasi akan tercapai. Namun, berbicara kepada wartawan setelahnya, Trump mengatakan, AS akan menghentikan permainan perang dan bersikap provokatif.

Trump ingin menyaksikan pasukan AS ditarik dari Korsel. Kim juga setuju melakukan denuklirisasi.

Trump mengatakan, Kim sudah setuju untuk menghancurkan situs uji coba mesin rudal utama. "Yah, dia sangat berbakat," kata Trump berbicara soal Kim tanpa mengatakan lebih rinci mengenai bakat apa yang dikatakannya.

"Siapapun yang mengambil alih situasi seperti yang dia lakukan pada usia 26 tahun dan mampu menjalankannya dengan sungguh-sungguh adalah orang berbakat. Saya tidak mengatakan dia baik," ujar Trump.

Dalam wawancara pasca pertemuan dengan ABC News, Trump mengaku yakin, perjanjian itu berarti denuklirisasi penuh. "Saya pikir dia mempercayai saya dan saya percaya padanya," katanya. [tsr]


Komentar Pembaca