Pilgub Papua 2018

Debat Paslon Pilgub Papua Bikin Perantau Muda Sedih

Pilkada   Kamis, 14 Juni 2018 | 16:25 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Debat Paslon Pilgub Papua Bikin Perantau Muda Sedih - Kantorberitapemilu.com

Amos Sury El Tauruy/Net

KBPRI. Papua menjadi salah satu dari 17 provinsi yang ikut dalam Pilkada Serentak 2018 mendatang. Meski jauh dari kampung halaman, Warga Papua di perantauan pun masih mengikuti perkembangan Pilkada di Bumi Cendrawasih tersebut.

Salah satunya, tokoh pemuda Papua yang merantau di Jakarta, Amos Sury El Tauruy. Menurut Amos, dirinya merasa sedih usai melihat debat Pilgub Papua antara Cagub Pertahana Lukas Enembe dan penantangnya John Wempi Wetipo.

"Sebagai anak Papua saya merasa sedih. Kesedihan itu lantaran keduanya sudah tertular dan mengikuti pola-pola persaingan yang kurang sehat dalam konteks debat seperti di daerah-daerah lainnya," kata Amos dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (14/6).

Amos mengatakan, setiap paslon tidak perlu saling menjatuhkan atau berupaya menyingkirkan saat debat berlangsung. Mengingat kedua pasangan calon sama-sama putra asli Papua.

"Penting untuk menjaga persaudaraan sesama anak Papua, apalagi posisi mereka sebagai tokoh politik yang menjadi sorotan bagi masyarakat dan pemuda Papua," ungkap pria yang aktif sebagai jurnalis tersebut.

Begitu juga dengan debat Cagub Papua dan juga Cabub di sejumlah kabupaten, masih sering menjadi ajang saling serang dan menjatuhkan. Padahal, masyarakat menantikan program-program aplikable atau aplikatif dari paslon untuk membangun Papua. Tentunya dengan memperhatikan kultur dan kearifan lokal masyarakat Papua itu sendiri.

"Harus diingat sebagai sesama anak Papua, kalian semua bersaudara. Oleh sebab itu, gunakan lah debat cagub sebagai ajang untuk saling menunjukan dan beradu gagasan, program dan ide-ide untuk membangun Papua ke depannya," papar Amos.

Selain itu, Amos juga berpesan, agar para paslon tetap guyub dan tidak mudah diadudomba. Sehingga berimbas pada rakyat kecil.

"Jadi ingat baik-baik, jangan sampai Pilgub dan Pilbub berujung padat hal-hal yang membuat rakyat Papua semakin sengsara dan saling memusuhi. Kita sebagai orang Papua jangan mau diadudomba dan diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak mau melihat Papua damai dan tentram," tandasnya. [tsr]


Komentar Pembaca