PAN: Poros Mekkah dan Beijing Bisa Membelah Masyarakat

Politik   Minggu, 17 Juni 2018 | 15:56 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

PAN: Poros Mekkah dan Beijing Bisa Membelah Masyarakat  - Kantorberitapemilu.com

PAN/Net

KBPRI. Partai Amanat Nasional (PAN) mengkhawatirkan wacana poros Mekkah versus poros Beijing dapat membelah masyarakat.

"Kalau pakai nama poros Mekkah dan Beijing itu sama artinya membelah masyarakat Indonesia ke dua bagian yang berhadapan secara diametral. Dikhawatirkan ada kesalahpahaman dan akhirnya ada friksi-friksi yang tidak baik," jelas Wakil Sekjen PAN Saleh Daulay kepada wartawan, Minggu (17/6).

Dia menghargai pendapat pihak-pihak yang mengusulkan poros tersebut. Namun, pemilihan nama harusnya juga menjadi perhatian.

"Kita mesti menghargai pendapat dan usulan masyarakat. Namun, penggunaan nama perlu dijaga agar tidak kelihat provokatif. Demokrasi kita harus tetap dibangun di atas kesantunan," jelas Saleh.

Sebelumnya, Sekjen Sekretariat Bersama Indonesia M. Idrus membahas poros Mekkah dan poros Beijing saat bertemu Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Dia menjelaskan, Pilpres 2019 hanya ada dua kekuatan poros yang bertarung, di mana poros keumatan tetap konsisten mengusung agenda umat dengan tidak akan mengkriminalisasi agama dan ulama yang dipresentasikan dengan poros Mekkah. Sedangkan poros Beijing di mana rezim pemerintahan Joko Widodo saat ini yang lebih dekat dengan kebijakan Presiden Tiongkok Xi Jinping, ditambah serbuan tenaga kerja dari Tiongkok serta meningkatnya utang negara lebih Rp 5000 triliun yang sebagian besar dari Negeri Tirai Bambu. [wah]


Komentar Pembaca